Dilaporkan Reuters, Blackberry sepakat membantu perusahaan internet raksasa Tiongkok tersebut. Seperti yang diketahui Baidu tengan menyiapkan mobil otonom mereka bernama Apollo.
Baidu ingin software sistem operasi QNX yang dikembangkan Baidu digunakan sebagai platform mobil otonom Apollo. Sistem operasi QNX sendiri memang sudah dipersiapkan untuk mendukung sistem teknologi informasi pada mobil.
Awalnya, QNX dikembangkan oleh perusahaan bernama QNX Software System yang kemudian diakuisisi oleh BlackBErry pada tahun 2010 dan sempat tampil di ajang CES 2017 di Las Vegas.
Nantinya, Baidu ingin menyematkan fitur keamanan serta fitur asistsn digital suara buatannya ke sistem operasi QNX, seperti fitur Baidu CarLife yang membuat mobil otonom bisa terhubung ke aplikasi di ponsel pintar dan juga DuerOS yakni asisten dengan kecerdasan buatan yang juga dikembangkan Baidu.
"Kami bertujuan mencipatakan mobil yang sepenuhnya otonom dengan tetap memprioritaskan keamanan dan keselamatan dalam teknologinya. Kerja sama ini akan membantu kami mewujudkan purwarupa yang kami buat untuk mulai diproduksi serta memperkuat ekosistem pengembangan mobil otonom," beber General Manager Baidu Intelligent Driving Group Li Zhenyu.
General Manager BlackBerry QNX John Wall menuturkan kerja sama ini memberikan kesempatan bagi sistem operasi QNX untuk masuk keteknologi pengembangan mobil otonom yang lebih luas dan QNX bisa melengkapi ekosistem mobil otonom dari sisi keamananya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News