Contoh intrusive advertising (ist)
Contoh intrusive advertising (ist)

60 Situs Tolak Iklan Sisipan oleh Telkomsel & XL

Teknologi intrusive advertising
10 September 2014 12:09
medcom.id, Jakarta: Praktik intrusive advertising atau iklan sisipan sebelum masuk sebuah situs oleh dua operator seluler, Telkomsel dan XL Axiata, dinilai mengganggu. Praktik semacam itu ramai-ramai ditolak.
 
Setidaknya ada 39 situs anggota idEA (Asosiasi E-Commerce Indonesia) dan 21 situs anggota IDA (Asosiasi Digital Indonesia) yang menyatakan keberatan dan menyerukan penghentian praktik tersebut.
 
"Setelah mengupayakan jalur mediasi selama lebih dari 1 tahun, hari ini idEA  dan IDA menyatakan secara resmi penolakan terhadap praktik intrusive advertising yang dilakukan oleh operator seluler di Indonesia, yakni Telkomsel dan XL Axiata," sebut pernyataan bersama idEA dan IDA yang ditandatangani bersama para pengelola situs, yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (10/9/2014).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Situs-situs anggota idEA yang menolak intrusive advertising, antara lain, bhinneka.com, blibli.com, jejualan.com, kaskus.co.id, tokopedia.com, rumah123.com, dan electronic-city.com. Sedangkan anggota IDA yang menolak, antara lain, metrotvnews.com, kompas.com, bisnis.com, viva.co.id, tribunnews.com, merdeka.com, tempo.co, kapanlagi.com, liputan6.com, dan okezone.com.
 
Format iklan yang dimaksud pada umumnya mempunyai dua bentuk, yakni interstitial ads dan off-deck ads. Jenis yang pertama biasanya ditayangkan dalam satu layar penuh sebelum pengguna masuk ke halaman situs yang dituju. Sementara, off-deck ads merupakan format iklan yang disisipkan di bagian atas halaman sebuah situs.
 
"Yang menjadi keprihatinan kami di idEA dan IDA adalah penayangan iklan ini dilakukan tanpa izin dan kerja sama dengan pemilik situs. Padahal, pengguna mempersepsikan pemilik situs atau media online sebagai pihak yang menayangkan dan bertanggung jawab atas semua iklan yang tayang di situs tersebut," sebut pernyataan bersama dua asosiasi tersebut.
 
Akibatnya, banyak keluhan dari pengguna ditujukan kepada pemilik situs karena pandangan tersebut. Dari sisi konsumen pengguna jasa operator, praktik iklan ini jelas mengganggu kenyamanan dalam mengakses informasi. Kendati operator menyatakan akan memberikan manfaat bagi pengguna sebagai imbalan, tidak ada komunikasi dan prosedur yang transparan dalam memberikan opsi bagi pengguna untuk menolak atau menerima penayangan iklan tersebut.
 
(JRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif