Kabar ini muncul setelah investigasi independen menyarankan bahwa jajaran pemimpin Uber diubah. Tujuannya adalah untuk menyetop berbagai skandal terkait Uber yang muncul beberapa bulan belakangan.
"Saya bertanggung jawab penuh membawa kami ke posisi sekarang ini," tulis Kalanick dalam sebuah memo untuk pekerja Uber. "Agar Uber 2.0 bisa sukses, hal yang paling penting bagi saya adalah mendedikasikan waktu saya untuk membuat tim pemimpin yang baik. Namun, jika kita ingin sukses, saya juga harus bisa menjadi pemimpin yang dibutuhkan oelh perusahaan ini."
Menurut CNET, pengumuman ini membuat masa depan Uber terlihat suram. Uber, yang berdiri pada 2009, berhasil mendisrupsi industri taksi dan menjadi startup dengan nilai tertinggi di dunia, dengan valuasi USD68 miliar.
Dengan budaya dan co-founder yang agresif, Uber kini menjadi salah satu layanan transportasi berbasis aplikasi terbesar di dunia. Meskipun pendekatan ini membantu perusahaan untuk tumbuh, tidak diketahui apakah metode ini dapat digunakan untuk jangka waktu lama.
"Sangat berbahaya bagi sebuah perusahaan untuk membiarkan seseorang yang belum dewasa berada di posisi CEO dalam waktu lama," ujar Eric Schiffer, ahli manajemen merek dan CEO dari Reputation Management Consultants.
"Banyak orang marah karena pendekatannya terkait wanita, pendekatannya pada orang-orang secara umum dan juga tingkah lakunya yang tidak pantas sebagai CEO."
Masalah Uber dan Kalanick dimulai dari sebuah blog post.
Teknisi Susan Fowler menulis sebuah blog post tentang pengalamannya ketika bekerja di Uber pada bulan Februari. Ketika itu, dia menjelaskan tentang budaya perusahaan yang kacau, penuh dengan diskriminasi, pelecehan seksual dan perlakuan yang tidak profesional.
Setelah Fowler mengunggah post ini, Uber lalu meminta mantan Jaksa Agung AS Eric Holder untuk memimpin penyelidikan terkait pelecehan seksual di Uber. Dilaporkan, dia menyelesaikan investigasinya beberapa minggu lalu dan telah memberikan presentasi pada dewan Uber terkait temuannya serta memberikan mereka rekomendasi terkait apa yang harus mereka lakukan.
Pada hari Minggu lalu, seluruh anggota dewan Uber setuju untuk melakukan semua hal yang direkomendasikan oleh Holder.
Dalam penyelidikan, tim Holder melakukan lebih dari 200 wawancara pada karyawan dan mantan karyawan Uber. Mereka juga membahas tentang tuduhan Fowler dan membuat grup karyawan untuk membahas pandangan mereka terkait budaya perusahaan Uber. Laporan 13 halaman ini menawarkan 10 rekomendasi, mulai dari "perubahan dalam jajaran pemimpin senior" hingga "perbaikan dalam HRD dan proses protes."
"Mengimplementasikan rekomendasi ini akan memperbaiki budaya kami, mendorong keadilan dan akuntabilitas dan menciptakan sistem untuk memastikan kesalahan di masa lalu tidak akan terulang lagi," ujar Chief HR Officer Uber, Liane Hornsey.
"Perubahan tidak akan terjadi dalam waktu sehari, tapi kami berkomitmen untuk kembali membangun kepercayaan pekerja kami, juga penumpang dan pengendara."
Menurut Schiffer, rekomendasi dalam laporan ini berujung pada gaya kepemimpinan Kalanick. "Sekarang, ada banyak orang yang ingin melihat CEO kami untuk dikubur hidup-hidup karena berbagai keputusannya yang terlihat jahat."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News