Aplikasi Gizmo menghadirkan doomscrolling interaktif dengan konten mini-apps AI, menggantikan video viral.
Aplikasi Gizmo menghadirkan doomscrolling interaktif dengan konten mini-apps AI, menggantikan video viral.

Aplikasi Gizmo Tantang Pola Doomscrolling dengan Konten Interaktif Berbasis AI

Lufthi Anggraeni • 06 Februari 2026 13:47
Ringkasnya gini..
  • Aplikasi Gizmo yang diluncurkan oleh startup Atma Sciences mengganti konten video viral dengan mini app interaktif berbasis AI dalam feed bergaya TikTok.
  • Pengguna dapat terlibat aktif dengan permainan, kuis, dan eksperimen visual yang semuanya dihasilkan oleh teknologi AI, termasuk kemampuan remix konten yang sudah ada.
  • Aplikasi ini sudah mencapai sekitar 600.000 pemasangan di Android dan iOS dan tersedia gratis tanpa batasan biaya tersembunyi.
Jakarta: Atma Sciences, perusahaan rintisan berbasis startup di New York berupaya mengubah kebiasaan umum pengguna media sosial dengan menghadirkan aplikasi baru bernama Gizmo. Alih-alih menampilkan video viral seperti biasanya, Gizmo memperkenalkan pengalaman doomscrolling berbeda.
 
Sebagai informasi, doomscrolling merupakan perilaku tindakan terus-menerus menggulir berita negatif atau konten media sosial, bahkan ketika perilaku tersebut menyebabkan kesusahan, kecemasan, atau ketakutan.
 
Mengutip Digital Trends, Gizmo memperkenalkan umpan konten interaktif berbasis mini app yang dirancang agar pengguna dapat terlibat secara langsung melalui aktivitas dan rekreasi digital. Ide ini muncul sebagai respons terhadap dominasi konten video pendek di platform media sosial.

Selain itu, ide usungan Gizmo ini juga muncul karena fenomena konsumsi media pasif yang sering dikaitkan dengan kebiasaan doomscrolling. Dalam feed bergaya TikTok, pengguna Gizmo dapat menjelajahi beragam pengalaman digital bersifat interaktif setiap kali mereka menggeser layar.
 
Konten tersebut meliputi permainan sederhana, kuis, meme responsif, hingga eksperimen visual yang semuanya dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Pendekatan ini memungkinkan pengguna tidak hanya menonton atau melihat, tetapi benar-benar ikut serta dalam interaksi.
 
Dengan demikian, pendekatan ini menawarkan alternatif bagi konsumsi konten media lebih aktif daripada sekadar menonton video tanpa keterlibatan. Fitur menarik dari Gizmo adalah kemampuannya menghasilkan konten melalui perintah bahasa alami, sebab AI dalam aplikasi dapat menangani pembuatan kode dan desain.
 
Hal ini memungkinkan siapa saja, termasuk mereka yang tidak memiliki keahlian teknis, untuk menciptakan dan mempublikasikan konten interaktifnya sendiri. Selain itu, pengguna juga dapat remix atau memodifikasi konten Gizmo yang sudah ada, mendorong kolaborasi dan eksplorasi kreatif di antara komunitas pengguna.
 
Menurut laporan, sejak diluncurkan sekitar enam bulan lalu, Gizmo telah memperoleh sekitar 600.000 pemasangan di perangkat Android dan iOS. Aplikasi ini tersedia gratis di kedua platform tersebut, dengan janji tidak ada batasan penggunaan atau biaya tersembunyi, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang ingin mengalami bentuk konsumsi digital lebih interaktif dan kreatif.
 
Atma Sciences menjelaskan bahwa Gizmo dirancang sebagai platform sosial baru untuk konten interaktif, bukan sekadar video, dengan alat penemuan atau discovery dan berbagi atau sharing yang terintegrasi untuk memperluas jangkauan karya pengguna lain.
 
Untuk menjaga kualitas serta suasana komunitas yang positif, perusahaan menerapkan kombinasi sistem otomatis dan pengawasan manusia dalam meninjau konten yang dibuat dan dimodifikasi di dalam platform.
 
Hal ini menunjukkan adanya tren dalam industri teknologi yang mencoba menawarkan alternatif konsumsi konten digital yang lebih sehat dan melibatkan pengguna secara aktif, ketimbang hanya pasif menonton video yang bisa berkontribusi pada perilaku doomscrolling.
 
Dengan fokus pada pengalaman kreatif dan partisipatif, Gizmo berupaya memberikan pengalaman media sosial yang lebih menarik sambil mengurangi kekosongan perhatian yang seringkali muncul dari paparan konten bersifat viral dan repetitif.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA