Mereka juga meningkatkan performa Atlas, salah satunya kemampuan berjalan menggunakan baterai dan tanpa tali pengaman. Atlas juga kini memiliki distribution panel baru, serta lengan dengan jangkauan gerak yang lebih lebar. Atlas juga dilengkapi dengan pompa udara yang lebih senyap, sehingga pengoperasiannya kini tidak membutuhkan pelindung telinga.
Atlas versi terbaru tersebut akan diuji coba pada program Robotic Challenge yang diselenggarakan oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) pada tangal 5 dan 6 Juni 2015 di Pomona, California, Amerika Serikat. Dalam uji coba tersebut, Atlas akan diuji kemampuannya dalam hal respons dan ketanggapannya saat bencana.
Tahun lalu, Google memang sempat menolak pendanaan Atlas oleh DARPA. Meskipun demikian, kepopuleran robot ini tidak pernah menurun. Selain Atlas, terdapat 11 robot lain yang juga akan diuji coba pada program Robotic Challenge tersebut. (The Verge)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News