Foto: naturepl.com / Edwin Giesbers / WWF.
Foto: naturepl.com / Edwin Giesbers / WWF.

AWS Bantu WWF Mencegah Kepunahan Hewan Dilindungi

Teknologi teknologi amazon
Lufthi Anggraeni • 05 Juni 2020 12:57
Jakarta: Merayakan Hari Lingkungan Hidup pada 5 Juni 2020 ini, Amazon Web Services (AWS) mengumumkan kolaborasi dengan World Wildlife Fund for Nature Indonesia (WWF-Indonesia), dalam mencegah kepunahan hewan yang dilindungi yaitu orangutan.
 
Teknologi AWS yang dimanfaatkan oleh WWF-Indonesia berupa teknologi Cloud dan Machine Learning bertugas dalam mengawasi hingga mengevaluasi ukuran dan tingkat kesehatan populasi orangutan di habitat asli mereka.
 
Menurut WWF, populasi orangutan di Kalimantan saat ini berkurang hingga lebih dari 50 persen dalam kurun waktu 60 tahun terakhir. Orangutan sebagian besar tinggal di pepohonan dan hidup secara soliter. Hal ini menjadi tantangan bagi pegiat konservasi untuk mengetahui populasi orangutan yang masih tersisa secara akurat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dengan penggunaan teknologi yang cermat dan tepat guna, inovasi ini akan membantu ahli di bidang biologi dan konservasi dalam memantau perilaku satwa liar sepanjang waktu secara efektif dan juga efisien dari segi biaya,” ujar Finance and Technology Director WWF-Indonesia Aria Nagasastra.
 
Dengan teknologi AWS, WWF-Indonesia menyebut kini bisa mengumpulkan foto secara otomatis dari ponsel pintar maupun kamera yang diaktifkan oleh gerakan di setiap basecamp. Foto tersebut kemudian dapat diunggah ke Amazon Simple Storage Service (Amazon S3) untuk keperluan analisis.
 
Dengan demikian, proses pemantauan yang lebih efektif, WWF-Indonesia mengaku dapat mengalokasikan sumber daya yang tersedia secara lebih optimal, guna meningkatkan upaya pemantauan dan berinvestasi lebih untuk upaya konservasi.
 
Sebelumnya, proses ini dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk menganalisis ribuan foto yang terkirim. Proses seperti ini disebut WWF-Indonesia memiliki potensi terjadi kesalahan besar akibat data yang diolah secara manual berjumlah besar.
 
Dengan teknologi AWS, WWF-Indonesia mengaku dapat menghemat waktu secara signifikan untuk masing-masing analisis, dari sebelumnya selama hingga tiga hari, kini untuk hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit.
 
Selain itu, tingkat akurasi dan spesifisitas dalam tiap proses analisis juga diklaim WWF-Indonesia mengalami peningkatan, termasuk dalam hal pengukuran rasio gender dan umur, serta tingkat viabilitas masing-masing populasi.
 
Teknologi AWS disebut WWF-Indonesia mendukung mereka dalam memantau kondisi setiap satwa secara akurat dan cepat, termasuk kondisi terkait kehamilan, kesehatan, ataupun luka yang membutuhkan perawatan segera.
 
WWF-Indonesia menyebut pihaknya berencana untuk mengeksplorasi lebih lanjut pemanfaatan layanan Machine Learning lainnya, seperti Amazon Rekognition, yakni layanan imaji dan gambar untuk mendukung peningkatan kecepatan dan akurasi pada proses identifikasi dan pelacakan populasi orangutan yang ada.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif