Nathania Saphira, pemenang AWS DeepRacer Womans League dari Indonesia.
Nathania Saphira, pemenang AWS DeepRacer Womans League dari Indonesia.

AWS DeepRacer Women’s League Dukung Spesialis Machine Learning Perempuan

Teknologi teknologi amazon
Lufthi Anggraeni • 21 Agustus 2020 17:17
Jakarta: Amazon Web Service (AWS) telah menyelenggarakan AWS DeepRacer Women’s League, sebagai salah satu wujud strategis dari pendekatan yang diusungnya untuk menjadikan teknologi Cloud Computing dan lainnya, termasuk Machine Learning, menyenangkan untuk dipelajari.
 
Pada prinsipnya, kompetisi melombakan kemampuan pemrogram amatir dalam membuat model matematika, guna memandu obyek berupa mobil untuk mengitari satu putaran atau lap dalam sirkuit virtual. Dengan demikian, kompetisi ini memungkinkan peserta untuk mempelajari prinsip Machine Learning.
 
AWS mengumumkan Nathania Saphira sebagai pemenang AWS DeepRacer Women’s League dari Indonesia. Nathania nantinya akan berkompetisi dengan pemenang lain dari ajang yang sama di tingkat Asia Tenggara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pemenang dari Indonesia ini nantinya bertarung dengan para pemenang dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina pada Oktober mendatang,” ujar Regional Head of Education, Research, Healthcare, and Not-For-Profit APAC Public Sector AWS Vincent Quah.
 
Sebagai informasi, Nathania saat ini berstatus sebagai mahasiswi Universitas Kristen Duta Wacana di Yogyakarta. Sementara itu, Indonesia menjadi negara penyelenggaraan kompetisi AWS DeepRacer Women’s League ketiga, setelah Thailand dan Malaysia.
 
Kompetisi ini juga ditujukan AWS untuk memberikan akses terhadap teknologi Machine Learning di kalangan perguruan tinggi di negara yang disambanginya. AWS DeepRacer League sebenarnya sudah digelar secara global pada 2018.
 
Namun pada tahun 2020 ini, AWS secara khusus menggelar kompetisi dengan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi atau politeknik sebagai sasaran utama untuk pertama kali. Sehingga, tidak hanya di Asia Tenggara, AWS DeepRacer Women’s League juga baru diselenggarakan di tingkat dunia pada tahun ini.
 
Kompetisi khusus ini pertama kali digelar di lima negara ASEAN, dengan Thailand sebagai negara penyelenggaraan kompetisi pertama pada tanggal 1 Agustus lalu, dilanjutkan di Malaysia pada tanggal 8 Agustus, dan kemudian di Indonesia pada tanggal 15 Agustus.
 
AWS DeepRacer Women’s League akan dilanjutkan di Filipina pada tanggal 22 Agustus, dan di Singapura pada tanggal 29 Agustus mendatang. Sementara itu, Quah menilai saat ini, ranah teknologi masih belum banyak memiliki perempuan sebagai spesialis Machine Learning dan kecerdasan buatan (AI).
 
Perempuan sebagai spesialis Machine Learning dan AI memang sudah ada, namun Quah menyebut jumlahnya belum sebanyak spesialis laki-laki. Padahal, banyak persoalan manusia yang hanya bisa ditemukan dan diselesaikan melalui kacamata perempuan.
 
Hal ini menjadi alasan AWS menyelenggarakan kompetisi khusus untuk perempuan tersebut pada tahun ini. Selain itu dengan kompetisi ini, AWS juga bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa perempuan dapat mengambil peran sejajar dengan pria dalam hal teknologi.
 
AWS menyebut akan mengevaluasi gelaran AWS DeepRacer Women’s League pada tahun ini, dan hasil evaluasi tersebut akan digunakannya sebagai bahan pertimbangan terkait keputusan menghelat kompetisi ini di lebih banyak negara.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif