Mozilla juga mengungkap, akan mengadopsi kebijakan klik-untuk-aktivasi terbaru mulai 2017, mengharuskan pengguna memberikan persetujuan terkait penggunaan Flash untuk konten pada halaman tertentu. Selain itu, kebijakan baru akan menampilkan saran untuk situs yang menggunakan plugin Adobe atau Microsoft Silverlight untuk segera mengadopsi teknologi HTML.
Mozilla menyebut, perubahan di bulan Agustus tersebut diharapkan dapat mengurangi permasalahan crash hingga 10 persen. Selain itu, perubahan ini diklaim akan menyuguhkan fitur keamanan dan usia baterai lebih baik, waktu pemuatan halaman lebih cepat serta responsifitas peramban lebih baik, seperti yang dilaporkan The Verge.
Sebagian data yang diumumkan Mozilla mengindikasikan bahwa plugin permasalahan crash Firefox menurun saat YouTube dan Facebook beralih dari video Flash sebagai software default ke HTML5.
Sementara itu, sebagian lainnya menyoroti penurunan popularitas Flash, mengikuti masa pensiun yang diterapkan Mozilla untuk software ini.
Mozilla juga mengikuti panduan dari beberapa pelaku teknologi yang mulai beralih dari Flash, termasuk Google, Microsoft, dan Apple. Ketiga perusahaan ini mengumumkan rencana untuk berhenti menampilkan plugin versi lama secara default pada peramban mereka pada awal tahun ini. Adobe juga telah menyarankan pengguna untuk berhenti menggunakan software karyanya pada Desember lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News