Honor 20 Pro dilaporkan telah ditambahkan pada daftar perangkat yang tersertifikasi oleh Google.
Honor 20 Pro dilaporkan telah ditambahkan pada daftar perangkat yang tersertifikasi oleh Google.

Bocoran Terbaru Honor 20 Pro

Teknologi huawei honor
Lufthi Anggraeni • 28 Juni 2019 11:36
Jakarta: Honor 20 Pro dilaporkan menjadi smartphone pertama yang korban pertama larangan Department Perdagangan Amerika Serikat, yang melarang perusahaan asal Amerika Serikat untuk menjual hardware atau software ke Huawei.
 
Ponsel ini diumumkan bersamaan dengan Honor 20 beberapa hari setelah larangan, dan model Honor 20 telah melalui proses sertifikasi Google, namun model Pro belum menyelesaikan proses evaluasi kala itu.
 
GSM Arena melaporkan tiga bulan setelahnya, Honor 20 Pro telah ditambahkan pada daftar perangkat yang tersertifikasi oleh Google. Hal ini berarti peluncurannya di pasar internasional, terutama di pasar barat, akan terjadi dalam waktu dekat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Honor 20 mendapatkan sertifikasi Google Play pada 1 Juni, dan telah tersedia untuk dibeli konsumen di sejumlah pasar, salah satunya adalah di Inggris. Menariknya, perangkat Honor ini terdaftar di database Google sebagai Honor 20 Pro / Nova 5T Pro dan Honor 20 / Nova 5T.
 
Sehingga hal ini diperkirakan sebagai bocoran informasi dari Google terkait dengan penamaan merek ulang terbaru dari perusahaan asal Tiongkok ini.
 
Hal ini turut mengindikasikan bahwa Honor 20 berpeluang untuk diluncurkan sebagai Huawei Nova 5T, dan 20 Pro sebagai Nova 5T Pro di sejumlah pasar.
 
Sebelumnya, Honor dilaporkan akan merilis smartphone 5G pertama karyanya pada kuartal keempat tahun 2019 ini. Informasi ini disampaikan oleh Presiden Honor, George Zhao, di ajang Mobile World Congress di Shanghai, Tiongkok.
 
Sayangnya, Zhao tidak mengungkapkan spesifikasi yang akan diusung oleh smartphone tersebut, meski memberikan informasi bahwa ponsel tersebut akan menjadi perangkat unggulan karya Honor.
 
Sementara itu, Intel dan Micron masih melakukan transaksi bernilai jutaan dollar dengan Huawei, mengacuhkan peraturan pemerintah AS yang melarang perusahaan teknologi menjual produknya ke perusahaan telekomunikasi Tiongkok tersebut.
 
Komponen tersebut mulai dikirimkan ke Huawei sejak tiga minggu lalu. Narasumber menyebutkan, Intel dan Micron memanfaatkan celah dalam peraturan tentang label pada produk yang akan dikirimkan ke Huawei.
 
Pada ajang summit bertajuk 5G is Now di Shanghai, Managing Director Huawei mengumumkan kesuksesan perusahaannya di ranah bisnis 5G. Petinggi ini menyebut Huawei berhasil memperoleh 50 kontrak komersial.
 
Perolehan tersebut menjadikan Huawei sebagai pemasok peralatan 5G terbesar di dunia untuk saat ini. Pendistribusian peralatan 5G Huawei dilaporkan telah melebihi 150 ribu set. Kontrak yang diperoleh Huawei berasal dari sejumlah negara antara lain Korea Selatan, Finlandia, Swiss, dan Inggris.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif