Namun, Samsung telah merilis empat generasi dari ponsel layar lipat unggulan karyanya, sehingga Google dinilai tidak bisa hanya sekadar mengulangi desain pesaingnya. Dalam wawancara jelang perilisan Pixel Fold, dua Product Manager (PM) Google, George Hwang dan Andrea Zvinakis berbagi pandangan terkait hal ini.
Hwang dan Zvinakis mengungkap cara dan langkah berbeda yang dilakukan Google terkait desain ponsel layar lipat ini, dan dampak yang mungkin dihadirkan Google Pixel Fold pada perangkat generasi selanjutnya.
Mengutip Engadget, Google memilih untuk menghadirkan Google Pixel Fold dengan bentuk lebih lebar serupa passport, disebut memang merupakan keputusan yang disengaja oleh Google. Hwang, yang juga PM di tim Pixel Fold mengungkap, saat membahas Pixel Fold, tim kerap membahas layar bagian luar terlebih dahulu.
Hwang mengungkap alasan dari keputusan ini adalah bahwa lebih dari 50 persen interaksi pengguna dengan ponsel mereka berdurasi kurang dari dua menit. Interaksi tersebut termasuk mengirimkan pesan teks, mengubah lagu yang diputar atau sekadar mengatur alarm.
Selain itu, Hwang juga menegaskan bahwa fokus tim Pixel Fold pada form factor merupakan hal penting dan cukup disengaja, guna memastikan bahwa perangkat karya Google menawarkan layar bagian luar yang berguna, sehingga pengguna dapat menggunakan ponsel sesuai keinginan mereka.
Menggunakan layar bagian luar layaknya pada ponsel reguler mungkin terdengar sederhana, namun sejumlah pihak mengaku terkejut dengan hal ini. Umumnya, saat produsen perangkat teknologi berdiskusi soal smartphone layar lipat, mereka lebih terfokus pada layar fleksibel di bagian dalam.
Namun, fokus tim Pixel Fold menyentuh beberapa tujuan utama desain menyeluruh Google untuk perangkat tersebut, yaitu dapat digunakan layaknya perangkat reguler saat hanya digunakan dalam kondisi terlipat.
Hal ini memungkinkan pengguna untuk membuka Fold untuk meningkatkan pengalaman penggunaan mereka dan juga memastikan bahwa meski mengusung ukuran layar lebih besar, Pixel Fold masih layak menjadi perangkat harian utama.
Soal menggunakan layar bagian dalam berukuran lebih besar untuk meningkatkan kemampuan perangkat, Google diyakini akan mengandalkan kombinasi antara hardware dan software. Zvinakis menggarisbawahi pentingnya kontinuitas dan postur untuk Pixel Fold.
Zvinakis mengungkap bahwa jika Google hanya merancang untuk tablet, pihaknya dapat hanya membuat satu layar berukuran besar. Namun, lanjut Zvinakis, pada perangkat layar lipat, pengguna kerap membuka lipatan untuk melanjutkan sesi yang dilakukan di layar bagian luar.
Saat merancang aplikasi atau antarmuka pengguna (UI) untuk perangkat layar lipat, Google perlu mempertimbangkan sejumlah hal seperti tombol atau elemen lain yang mungkin tersemat di sekitar area lipatan Pixel Fold.
Namun hal ini turut berarti mampu membuka perangkat tanpa kehilangan tempat, yang kerap dinilai sebagai tujuan yang sulit untuk dipahami. Kendati demikian, Google berpendapat bahwa saat berfungsi, trik ini menyuguhkan rasa mampu beradaptasi dengan cepat, yang sulit ditemukan pada ponsel tradisional.
Google juga menyebut bahwa kontinuitas juga berdampak pada postur, yaitu posisi layar ponsel dari kondisi terbuka menjadi tertutup dan setiap sudut dari pergerakan tersebut. Karena desain fleksibel Pixel Fold, Google punya pekerjaan rumah lain selain melacak cara perangkat terorientasi.
Google menyebut pihaknya juga perlu mengantisipasi cara komponen seperti kamera ponsel dan UI untuk menyesuaikan diri, bergerak, dan bertindak sesuai dengan postur tersebut. Zvinakis menegaskan Google ingin menyuguhkan manfaat lebih bagi pengguna saat berinteraksi dengan perangkat dalam kondisi terbuka, dibandingkan hanya sekadar sebagai alat penampang dari komponen UI perangkat dalam tata letak lebih luas.
Kedua PM ini juga mengungkap tantangan utama terkait Pixel Fold, yaitu mengombinasikan elemen desain yang saling bersaing, seperti ketebalan perangkat, sembari mempertahankan dukungan untuk komponen dan kemampuan canggih perangkat, salah satunya yaitu zoom optik 5x.
Untuk mengatasi tantangan ini, Hwang mengumumkan tantangan kepada tim yang dinaunginya, untuk menjadikan Pixel Fold lebih dari sekadar perangkat yang didukung berbagai komponen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News