Tanpa 5G di Indonesia, Akankah Performa Snapdragon 855 Terpengaruh?

Ellavie Ichlasa Amalia 06 Desember 2018 16:26 WIB
qualcomm
Tanpa 5G di Indonesia, Akankah Performa Snapdragon 855 Terpengaruh?
Qualcomm baru rilis Snapdragon 855. (Medcom.id)
Maui: Qualcomm memperkenalkan system-on-chip baru, Snapdragon 855. Salah satu fitur yang diunggulkan dari prosesor itu adalah kemampuannya untuk terhubung dengan jaringan 5G.

Ini Qualcomm lakukan karena mereka yakin bahwa negara-negara berkembang seperti Amerika Serikat, Eropa, Tiongkok, dan Jepang akan meluncurkan jaringan 5G pada tahun depan. Lalu, bagaimana dengan negara berkembang seperti Indonesia?

Di Indonesia, jaringan 4G baru resmi diluncurkan secara nasional pada akhir 2015. Beberapa operator Indonesia pernah mencoba jaringan 5G, seperti Telkomsel di Gelora Bung Karno pada Asian Games. Namun, tampaknya jaringan 5G tidak akan diluncurkan dalam waktu dekat di Indonesia.


Kedar Kondap, VP Product Management Qualcomm mengatakan bahwa Snapdragon 855 memiliki dua varian, yaitu varian yang dilengkapi dengan modem 5G X50 dan varian tanpa modem tersebut.

Untungnya, Snapdragon 855 masih akan dilengkapi dengan modem X24 LTE yang dapat mencapai kecepatan hingga 2Gbps.

"Snapdragon 855 memiliki modem 4G terintegrasi. Kami sadar bahwa di banyak kawasan, modem 4G masih akan menjadi modem pilihan," kata Kondap dalam wawancara di Tech Summit yang diadakan di Maui, Hawaii.

"Fitur-fitur pada Snapdragon yang kami pamerkan, seperti Elite Gaming, kamera, sidik jari, dan lain sebagainya tidak tergantung pada ada atau tidaknya jaringan 5G."

Ketika ditanya perbedaan harga antara varian dengan dan tanpa modem 5G, Mike Roberts, Senior Director Marketing, Qualcomm mengatakan bahwa keberadaan modem X50 tidak akan terlalu memengaruhi harga Snapdragon.

Harga SoC itu akan ditentukan berdasarkan fitur apa saja yang perusahaan smartphone ingin gunakan.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.