Dalam wawancara Medcom.id, Eric Khoven, Director of Commercial Business Asus Indonesia, memaparkan bagaimana kombinasi NPU bertenaga, desain modular, dan layanan purna jual jangka panjang diterjemahkan menjadi efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas perusahaan.
Menurut Eric, kehadiran NPU hingga 50 TOPS memungkinkan komputasi AI berjalan langsung di perangkat.
“NPU hingga 50 TOPS memungkinkan AI inference langsung di perangkat tanpa bergantung ke cloud,” ujarnya. Pendekatan ini, lanjut Eric, berdampak langsung pada penghematan biaya operasional.
“Metode ini dapat mengurangi cloud subscription dan bandwidth, sekaligus mempercepat eksekusi aplikasi seperti meeting transcription, workflow automation, dan menjaga data security,” sambungnya.
Asus juga menekankan manfaat Copilot+ PC yang berjalan lokal. “Karyawan perusahaan juga bisa menjalankan Copilot+ PC tasks seperti summarization, translation, predictive analytics secara lokal dengan latensi rendah, tanpa terganggu koneksi internet yang lambat,” kata Eric.
“Kita juga menyediakan MyExpert Solution yang akan membawa produktivitas karyawan ke tingkat yang lebih lanjut,” tambahnya
Di CES 2026, ExpertBook Ultra menjadi sorotan utama. Eric menyebut perangkat ini sebagai kombinasi mobilitas dan performa tinggi.
“Laptop segmen thin and light ini mempunyai performa yang luar biasa, tidak hanya dari NPU, tapi juga dengan TDP hingga 50 watt,” jelasnya.
“Graphic performance-nya tidak kalah dibandingkan dengan RTX 4050 di 30 watt TGP,” kata Eric. Dengan baterai 70 Whrs dan bobot hanya 990 gram, ExpertBook Ultra diposisikan sebagai ultra portable mobile workstation.
Menjawab tren Agentic AI, Asus memperkenalkan AI Expert sebagai platform manajemen berbasis AI. “Asus memperkenalkan platform AI Expert yang berfungsi sebagai AI-driven management suite yang mencakup workflow management, AI-driven meetings, dan content generation,” ucap Eric.
Meski belum sepenuhnya otomatis sebagai IT support, Eric menegaskan bahwa arah pengembangan menuju AI yang mampu mendeteksi isu software/driver dan memberi rekomendasi perbaikan. Dampaknya, mengurangi beban tim IT pada level troubleshooting awal.
Dari sisi keamanan, Asus Expert Series disebut telah memenuhi standar industri. Asus Expert Series juga sudah comply dengan NIST SP 800-193 Resiliency untuk menjaga BIOS tetap terjaga meskipun ada upaya untuk penerobosan lewat jaringan.
Terkait target pasar, Eric menegaskan posisi ExpertBook Ultra adalah The Flagship of The Industry. Laptop ini menyasar C/D-level management, profesional hybrid, serta sektor industri yang membutuhkan performa dan keamanan tinggi.
“Perangkat ini mengusung prosesor Intel Core Ultra Series 3 dengan NPU 50 TOPS, RAM hingga 64GB, Wi-Fi 7, dan Thunderbolt, serta dirancang sebagai Copilot+ PC. Di CES 2026, ExpertBook Ultra juga meraih sejumlah penghargaan internasional, termasuk Best of CES 2026 dan Best Laptop of CES 2026 dari berbagai media,” jawab Eric.
Asus juga menekankan aspek keberlanjutan dan kemudahan perawatan. Asus ExpertBook menawarkan akses lebih mudah ke komponen utama yaitu RAM, SSD, dan baterai sehingga tim IT internal bisa memperpanjang usia pakai perangkat tanpa bergantung penuh pada service center.
Eric menilai ini sebagai keunggulan utama lini Expert Series dibandingkan produk lain di kelasnya, ditopang expansion slot untuk upgrade di masa depan.
Sebagai penutup, Eric memaparkan komitmen layanan jangka panjang. Asus Expert Series menawarkan layanan purna jual hingga 5 tahun termasuk on-site service, accidental damage protection, storage retention, battery and adapter warranty, dan lain-lain.
“Dengan kombinasi performa, durabilitas, dan keamanan, total cost ownership untuk produk-produk Asus Expert Series akan jauh lebih efisien,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News