Google menegaskan komitmen dukung transformasi digital pada sektor pendidikan Indonesia lewat Chromebook, pelatihan AI guru, dan program Bangkit dalam kemitraan jangka Panjang.
Google menegaskan komitmen dukung transformasi digital pada sektor pendidikan Indonesia lewat Chromebook, pelatihan AI guru, dan program Bangkit dalam kemitraan jangka Panjang.

Google Tegaskan Komitmen Jangka Panjang untuk Pendidikan di Indonesia

Lufthi Anggraeni • 12 Januari 2026 16:09
Jakarta: Google kembali menegaskan dukungannya terhadap pendidikan dan transformasi digital di Indonesia melalui kemitraan strategis selama lebih dari satu dekade. Google berkomitmen untuk menyediakan teknologi kelas dunia dan hemat biaya bagi siswa serta guru di seluruh nusantara untuk mempercepat integrasi teknologi dalam proses pembelajaran.
 
Menurut pernyataan resmi dari Google, upaya tersebut dilatarbelakangi oleh keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci untuk menciptakan masa depan digital kuat dan inklusif di Indonesia. Komitmen ini dijalankan dengan pendekatan yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai program pelatihan, alat digital, serta kerja sama dengan pemerintah dan industri.
 
Salah satu teknologi yang diandalkan Google dalam mendukung pendidikan digital di Indonesia adalah Chromebook, perangkat berbasis ChromeOS yang dirancang khusus untuk kebutuhan siswa dan pendidik.

Chromebook merupakan perangkat nomor satu di dunia untuk pendidikan K-12, dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah, dengan lebih dari 50 juta siswa dan pendidik di seluruh dunia menggunakannya.
 
Di Indonesia, jutaan pendidik dan siswa dari Sabang sampai Merauke serta lebih dari 80.000 sekolah telah memanfaatkan Chromebook dalam kegiatan belajar mengajar, bahkan di wilayah terluar yang memiliki tantangan konektivitas tinggi.
 
Chromebook juga memiliki kemampuan untuk bekerja tanpa koneksi internet atau offline. Fitur ini berarti siswa tetap bisa membuat dokumen, mengelola file, dan menggunakan aplikasi yang mendukung mode offline meskipun tidak terkoneksi dengan internet, keunggulan penting, khususnya di daerah dengan jaringan tidak stabil.
 
Google menjelaskan bahwa perannya dalam ekosistem Chromebook bukan sebagai produsen perangkat keras atau penentu harga jual. Perusahaan hanya bertanggung jawab atas pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi ChromeOS serta alat pengelolaan perangkat kepada mitra.
 
Proses pengadaan perangkat keras Chromebook di Indonesia dilakukan oleh Original Equipment Manufacturers (OEM) independen dan mitra lokal, sehingga tetap kompetitif dan transparan. Pendekatan ini memastikan bahwa pengadaan Chromebook oleh pemerintah atau lembaga pendidikan bisa dikontrol sepenuhnya.
 
Selain itu, pendekatan ini juga bertujuan untuk memastikan harga serta kualitas perangkat ditentukan melalui mekanisme pasar sehat dan terbuka. Untuk mendukung penggunaan Chromebook secara luas di institusi pendidikan, Google menyediakan Chrome Education Upgrade (CEU),, sebelumnya dikenal sebagai Chrome Device Management.
 
Sebagai informasi, CEU adalah infrastruktur manajemen penting dan digunakan secara global untuk melindungi aset pendidikan publik. Dengan CEU, sekolah dan pemerintahan dapat mengatur perangkat secara terpusat, menyaring konten negatif, serta mengunci perangkat jika hilang.
 
Fitur ini sangat penting untuk memastikan investasi jangka panjang tetap aman, produktif, dan sesuai dengan kebijakan pendidikan nasional. Google menegaskan bahwa dukungannya terhadap pendidikan Indonesia bukan sekadar kemitraan komersial jangka pendek.
 
Google menegaskan dukungannya merupakan bagian dari komitmen jangka panjang yang sudah berlangsung sebelum berbagai keputusan pembelian perangkat tertentu. Salah satu contoh nyata adalah program pelatihan Bangkit yang dimulai pada bulan November 2019.
 
Dalam enam tahun terakhir, program ini telah melatih lebih dari 25.000 siswa Indonesia dalam keterampilan teknologi yang paling dibutuhkan, sekaligus membuka peluang karier melalui jaringan startup lokal.
 
Program tersebut mendapat dukungan dana hibah pelatihan guru senilai USD1 juta, sekitar Rp14,1 miliar, dari Google.org, bagian dari komitmen filantropis Google. Selain itu, selama hampir 15 tahun, Google juga terus melatih masyarakat Indonesia dalam berbagai keterampilan digital.
 
Google turut mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pencari kerja, pengembang, serta guru agar siap menghadapi tantangan pendidikan digital. Kolaborasi Google dengan Kementerian Pendidikan serta dinas pendidikan daerah juga menghasilkan inisiatif pelatihan penting dalam beberapa tahun terakhir.
 
Google telah membantu melatih lebih dari 290.000 guru di seluruh provinsi Indonesia dalam AI generatif melalui program Gemini Academy. Dari jumlah tersebut, lebih dari 58.000 guru berhasil menyelesaikan program internasional Gemini Certified Educator, jumlah tertinggi di dunia untuk satu negara.
 
Pencapaian ini menunjukkan fokus Google dalam memperkuat kapasitas pendidik lokal untuk memahami dan mengintegrasikan teknologi AI dalam proses pembelajaran, sehingga siswa Indonesia lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang kian digital.
 
Google juga menegaskan bahwa seluruh dukungan dan kerjasamanya dengan institusi pendidikan di Indonesia dijalankan dengan standar transparansi dan integritas tinggi. Perusahaan menolak segala bentuk praktik tidak etis, termasuk memberikan imbalan kepada pejabat pendidikan agar produk mereka diadopsi.
 
Google menegaskan bahwa investasi mereka dalam ekosistem digital Indonesia, termasuk melalui entitas global yang pernah menjadi bagian dari investasi awal seperti startup ride-hailing lokal, tidak terkait dengan program pendidikan dan kolaborasi formal dengan pemerintah.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan