Facebook dan Instagram Blokir Akun di Bawah Umur

Ellavie Ichlasa Amalia 20 Juli 2018 15:28 WIB
media sosialfacebookinstagram
Facebook dan Instagram Blokir Akun di Bawah Umur
Facebook akan blokir akun dari pengguna di bawah umur. (AFP PHOTO / LOIC VENANCE)
Jakarta: Facebook dan Instagram akan secara aktif mengunci akun pengguna yang para moderator duga berumur kurang dari 13 tahun. Sebelum ini, keduanya hanya akan melakukan penyelidikan jika mereka mendapatkan laporan spesifik bahwa seseorang berumur kurang dari 13 tahun. 

Namun, Facebook mengonfirmasi pada TechCrunch bahwa mereka akan melakukan perubahan "operasional" terkait peraturan batas umur pengguna.

Para moderator bisa mengunci akun seseorang yang diduga di bawah umur, meski dia dilaporkan atas masalah lain atau jika moderator memang menemukan mereka secara tidak sengaja. 


Facebook akan meminta bukti pada para pengguna bahwa mereka berumur lebih dari 13 tahun, seperti foto identitas, untuk membuka akses ke akun mereka. Masalah ini timbul karena ketika seseorang membuat akun Facebook, mereka tidak dimintai bukti umur. 

Keputusan ini bisa membuat pengguna Facebook dan Instagram menurun yang dapat berdampak pada pendapatan keduanya dari iklan. Sebelum ini, mereka dapat menarik pengguna muda sejak awal hingga akhirnya mereka berumur 13 tahun. 

Memang, anak muda jarang menggunakan Facebook karena banyak orangtua mereka yang juga memiliki akun media sosial tersebut. Meskipun begitu, Instagram masih cukup populer di kalangan anak muda. Banyak pengguna Instagram yang merupakan remaja di bawah umur 13 tahun atau bahkan anak-anak. 

Perubahan ini Facebook tetapkan setelah adanya laporan dokumentar dari Channel 4 di Inggris dan Firecrest Films yang bercerita tentang seorang wartawan yang menjadi reviewer konten Facebook melalui perusahaan pihak ketiga bernama CPL Resources di Dublin, Irlandia.

Reviewer itu mengklaim bahwa dia diminta untuk mengacuhkan pengguna yang terduga berumur kurang dari 13 tahun. 

Laporan itu juga membahas betapa tolerannya Facebook terhadap grup politik sayap kanan jika mereka melanggar peraturan Facebook dan mengunggah konten berisi ujaran kebencian. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.