Trafik Data Diprediksi Naik 80%, Indosat Siap Hadapi Lonjakan

Ellavie Ichlasa Amalia 15 Mei 2018 18:41 WIB
indosattelekomunikasi
Trafik Data Diprediksi Naik 80%, Indosat Siap Hadapi Lonjakan
Indosat nyatakan siap hadapi lonjakan trafik saat bulan Ramadan dan lebaran.
Semarang: Bagi warga Indonesia, lebaran identik dengan mudik. Sementara bagi operator telekomunikasi, bulan Ramadan dan lebaran identik dengan kenaikan trafik. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Indosat Ooredoo juga memperkirakan akan terjadi kenaikan trafik. 

Indosat memperkirakan akan ada kenaikan trafik data sebesar 83,7 persen menjadi 5.794TB per hari. Karena itulah, Indosat meningkatkan kapasitas layanan data mereka sehingga menjadi 11.394TB per hari.

Dengan kapasitas lebih dari dua kali lipat prediksi kenaiakn trafik data, Indosat berharap jaringan mereka akan dapat memenuhi kebutuhan data penguna, bahkan ketika trafik mencapai titik tertinggi. 


Sementara itu, terkait layanan voice atau telepon, Indosat memperkirakan akan mencapai 3,36 juta Erlang per hari. Kapasitas yang telah Indosat sediakan mencapai 37,49 Erlang per hari. Untuk SMS, Indosat menyiapkan kapasitas hingga 1,01 miliar SMS per hari meski prediksi menyebutkan bahwa pelanggan Indosat hanya akan mengirimkan 150 juta SMS per hari. 



"Indosat siap menghadapi bulan Ramadan dan Lebaran," kata Yusuf Setiawan, Division Head NSAS Optimization dalam presentasi yang diadakan di kantor Indosat Ooredoo di Semarang.

"Ekspansi jaringan dilakukan di lokasi yang diprediksi mengalami kenaiakn trafik, seperti jalur mudik, tujuan mudik dan tempat wisata." Inilah alasan mengapa Indosat Ooredoo memilih rute Semarang-Demak-Kudus sebagai rute uji jaringan mereka tahun ini. 

Untuk memantau jaringan, Indosat Ooredoo menggunakan Indosat Ooredoo Network Operation Center (i-NOC). 

Sebagai antisipasi menghadapi tingginya trafik menjelang lebaran, dua hari sebelum dan dua hari sesudah lebaran, Indosat juga akan menggunakan Command Center untuk melakukan pemantauan intensif. 

Indosat menjelaskan, dalam Command Center, terdapat tim Performance Monitoring yang bertugas untuk mengidentifikasi gangguan sebelum pengguna merasakan imbas dari gangguan tersebut. Setelah masalah diidentifikasi, mereka segera menghubungi customer service agar kendala tersebut bisa diselesaikan secepat mungkin.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.