ZTE Axon M, Android dengan Dua Layar

Ellavie Ichlasa Amalia 18 Oktober 2017 12:29 WIB
zte
ZTE Axon M, Android dengan Dua Layar
ZTE Axon M punya dua layar yang bisa dihubungkan dengan engsel. (Josh Miller/CNET)
medcom.id: Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata flip phone? Mungkin, Anda membayangkan ponsel simpel dari 10 tahun lalu yang hanya bisa Anda gunakan untuk menerima panggilan dan mengirim SMS. Anda mungkin tidak akan membayangkan ponsel seperti ZTE Axon M, sebuah smartphone yang dilengkapi dengan dua layar. Kedua layar pada ponsel ini dapat dihubungkan dengan engsel, membuatnya terlihat seperti sebuah flip phone. 

Sekilas, Axon M terlihat seperti smartphone Android kebanyakan, seperti yang disebutkan oleh The Verge. Ia memiliki layar utama dengan ukuran 5,2 inci dan resolusi 1080p yang dipadankan dengan prosesor Snapdragon 821 yang Qualcomm luncurkan tahun lalu, RAM 4GB, dan kamera 20MP. Tapi, jika Anda balik ponsel ini, Anda akan menemukan layar kedua yang juga berukuran 5,2 inci dengan resolusi 1080p, menjadikannya sebagai ponsel yang unik. 

Engsel pada Axon M memungkinkan Anda untuk menempatkan layar kedua di sebelah layar utama, sehingga perangkat ini memiliki layar lebar layaknya tablet. Anda bisa membuat home screen dan berbagai aplikasi tampil lebih besar ketika kedua layar pada ponsel dihubungkan. Selain itu, Anda juga menggunakan mode "tent", memungkinkan dua orang untuk menonton konten yang sama pada saat bersamaan. 


Foto: Josh Miller/CNET

ZTE berkata, kebanyakan fungsi dual-screen pada Axon M dibuat dengan memanfaatkan fitur split-screen natif pada Android. Mereka juga memastikan bahwa "100 aplikasi terbaik" di Android dapat berjalan dengan mulus di ponsel ini. Dalam mode "extended" -- ketika dua layar digabung menjadi satu -- maka perangkat akan menampilkan versi tablet dari sebuah aplikasi, jika aplikasi itu memang menyediakan versi tablet. 

ZTE bukanlah perusahaan pertama yang mencoba untuk membuat ponsel dengan dua layar. Pada tahun 2011, Kyocera Echo diluncurkan dengan dua layar dan engsel yang memungkinkan Anda untuk menyatukan layarnya menjadi layar yang lebih besar. Sayangnya, ponsel itu tidak menawarkan pengalaman penggunaan yang memuaskan dan Kyocera tidak pernah meluncurkan penerus dari ponsel ini.

Namun, ZTE percaya, ide ponsel dengan dua layar sudah bisa direalisasikan dengan lebih baik sekarang karena prosesor ponsel sudah jauh lebih kuat dan adanya fitur yang mendukung seperti fitur multitasking pada Android. 

Foto: Josh Miller/CNET

Jika Anda membiarkan layar kedua Axon M terlipat, Anda bisa menggunakan ponsel ini layaknya smartphone biasa. ZTE menggunakan Gorilla Glass 5 untuk masing-masing layar. ZTE berkata, mereka menggunakan baterai berdaya 3.180 mAh yang didesain dapat bertahan selama seharian meski Axon M punya layar kedua yang akan membuat ponsel ini lebih rakus daya dari ponsel biasa. 

Dua layar pada Axon M membuat ponsel ini menjadi lebih tebal dan berat. Axon M memiliki ketebalan 12.1mm dengan berat 230 gram. Sebagai perbandingan, Google Pixel 2 dengan layar 5 inci memiliki ketebalan 7,8 mm dengan berat 143 gram. 

ZTE akan menjual Axon M di Amerika Serikat dan di Jepang. Ponsel ini akan tersedia sebelum akhir tahun ini. Meskipun ZTE menekankan bahwa Axon M tidak dibuat untuk menggantikan Axon 7, tapi mereka menyebutkan, ponsel ini akan dihargai layaknya smartphone premium lainnya.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.