comscore

Masa Depan Pendidikan di Asia Tenggara

Mohammad Mamduh - 30 Agustus 2021 14:10 WIB
Masa Depan Pendidikan di Asia Tenggara
Cin Cin Go, Country Manager, VMware Indonesia
Jakarta: Proses pembelajaran jarak jauh sebenarnya sudah lama menjadi salah satu opsi yang ditawarkan di sejumlah perguruan tinggi maupun pada lembaga-lembaga tinggi yang menyelenggarakan kelas khusus, misalnya kelas khusus bagi mereka yang sudah bekerja.

Namun demikian, ketika dunia dilanda pandemi sejak tahun lalu, sektor pendidikan di seluruh kawasan Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia, harus melakukan revolusi secara besar-besaran dengan beralih menerapkan model pembelajaran daring dari jarak jauh.

Dengan tiba-tiba, kegiatan pembelajaran sekolah harus diselenggarakan dari rumah. Ini terjadi juga di sektor-sektor penting lainnya.
 
Di Indonesia sendiri, pemerintah juga tengah gencar menggelar konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Konsep belajar inklusif yang selain membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar seluas-luasnya langsung dari pelaku industrinya.

Siswa juga didorong untuk mendapatkan akses pendidikan di bidang-bidang di luar konsentrasinya. Penyelenggara pendidikan tentunya dihadapkan pada tantangan untuk dapat memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan memberikan akses yang mudah, cepat dan aman melalui pengembangan model pembelajaran yang kolaboratif dan memadai.

Dengan dibukanya kembali aktivitas publik di sejumlah negara, sekolah pun turut dibuka, menerapkan model pembelajaran hybrid. Ini artinya bahwa siswa boleh memilih belajar tatap muka maupun dari jarak jauh atau kombinasi dari kedua metode pembelajaran tersebut.
 
Diperkirakan akan masih banyak siswa yang tetap memilih metode pembelajaran secara virtual dalam waktu dekat ini, jika menimbang kondisi yang ada. Artinya, siswa masih merasakan fleksibilitas dalam belajar secara virtual, tentu disesuaikan dengan kondisi mereka masing-masing.

Kendati demikian, mereka juga harus menyadari akan adanya berbagai kendala, baik dari sisi sarana dan prasarana teknologi hingga digital experience yang akan menghambat penyelenggaraan pembelajaran dari jarak jauh tersebut.
 
Banyak hal yang telah dicapai oleh sektor pendidikan, terutama dalam merespons adanya disrupsi besar-besaran yang dipicu oleh terjadinya pandemi, yakni sigap berevolusi dengan cepat. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh sektor ini.
 
Membangun Sebuah Kampus Digital
Menurut riset Digital Frontiers 3.0, tercatat paling tidak ada sepertiga (39 persen) responden Indonesia yang menganggap keberhasilan institusi pendidikan dalam menghadirkan digital experience yang lebih baik dari pada sebelum adanya disrupsi akibat pandemi yang melanda.

Kemudian, ada 36 persen konsumen di Indonesia yang melihat keberhasilan institusi pendidikan dalam meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan dan sebanyak 37 persen mengaku senang dan seterusnya siap dengan penerapan model interaksi digital dengan institusi pendidikan.
 
Perubahan besar-besaran yang terjadi di dunia pendidikan memaksa siswa untuk menyelami dunia kampus mereka secara digital. pendidik di seluruh dunia melaksanakan proses belajar-mengajar bersama siswa-siswa mereka dari rumah. 

Tak dipungkiri, hal tersebut menjadi dasar terlaksananya kegiatan pembelajaran saat ini. Namun selanjutnya, penyelenggara pendidikan perlu membangun sebuah layanan pembelajaran yang menghadirkan digital experience bagi seluruh pengguna, dengan di antaranya memiliki:
1. Kemudahan akses
2. Koneksi yang cepat
3. Makin andal dan konsisten
4. Tidak membuat pengguna bingung dan tidak rumit saat perlu melakukan troubleshoot

Semua hal tersebut di atas bisa dimulai dengan pengembangan sebuah infrastruktur digital yang baik di sebuah institusi. Data center virtual yang berjalan di atas peranti lunak lebih luwes, tidak kaku, dan lebih murah dari pada yang berjalan di peranti keras.

Organisasi IT yang memiliki data center modern seperti ini punya fleksibilitas dan agility yang lebih luas dalam mengakomodasi proses pembelajaran secara daring.
 
IT bisa dengan cepat memantau kapasitas komputasi di cloud, sehingga memudahkan mereka dalam mendistribusi dan mengelola aplikasi, perangkat, serta desktop virtual baru. 

Cara tersebut membuat infrastruktur digital menjadi lebih siap setiap saat dan mampu menghadirkan performa terbaiknya. Ini penting untuk dijadikan sebagai fondasi dasar, terutama dalam mengoperasikan aplikasi-aplikasi mutakhir masa kini dengan lingkungan lab virtual yang lebih interaktif.
 
Menghadirkan keamanan bagi siswa di lingkungan pembelajaran digital
Dalam riset Digital Frontiers 3.0 disebutkan bagaimana konsumen di Indonesia yakin dengan tingkat keamanan data yang dihadirkan oleh beragam industri.

Dibandingkan dengan sebelum pandemi, hanya sepertiga dari 10 responden (36 persen) yang merasa bahwa institusi pendidikan mampu memberikan mereka jaminan keamanan data dan informasi seperti yang mereka kehendaki.
 
Ini mengindikasikan dengan jelas bahwa pendidik maupun institusi pendidikan memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam menghadirkan keamanan bagi peserta didik mereka.

Di lingkungan pembelajaran hybrid, berikut ini adalah hal-hal yang menjadi tanggung jawab bagi pihak penyelenggara pendidikan, di antaranya adalah:
1. Mampu melindungi kerahasiaan data siswa.
2. Menjaga keamanan data siswa dari ancaman keamanan maupun konten-konten berbahaya di dunia maya.
3. Taat pada pedoman dan regulasi yang disyaratkan. 

Model keamanan yang usang dan peranti yang tak efektif tak pelak akan menghambat perkembangan dari proses pembelajaran berbasis digital itu sendiri. Ini malah akan mendatangkan risiko bagi siswa dan institusi secara umum.

Pemimpin IT di sektor pendidikan perlu mengimplementasikan teknologi-teknologi modern dengan dukungan keamanan dan framework keamanan yang tertanam dalam sistem, seperti unified endpoint management maupun zero-trust security.
 
Memupus kesenjangan dalam penerapan model pembelajaran digital
Satu tantangan lain dalam sistem pembelajaran daring yang harus diselesaikan, yakni soal kesetaraan.

Meskipun proses digitalisasi di sektor pendidikan sudah berjalan cukup lama, siswa masih belum punya akses yang setara, baik itu perangkat, aplikasi, maupun terkait dengan konektivitas internet. Melonjaknya kebutuhan pembelajaran jarak jauh justru makin lebar membuka jurang kesenjangan yang terjadi dalam proses pembelajaran daring.
 
Bahkan dalam sebuah model pembelajaran hybrid, masing-masing siswa berhak memperoleh kualitas pendidikan yang setara. Tidak saja ini terkait dengan kenyamanan maupun kemudahan mereka dalam memperoleh akses.

Penting maknanya setiap institusi mampu mengembangkan komptensi digital siswa sesuai dengan kebutuhan masa depan dunia kerja dan kepemimpinan. Ini berlaku pula bagi siswa non tradisional maupun di masyarakat.

Bahkan, lebih dari setengah responden Indonesia (51 persen) menyampaikan keyakinannya bahwa institusi pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar dalam membangun literasi siswa dalam mengakses dan menggunakan beragam layanan daring.
  
Berinovasi lebih cepat menuju terwujudnya sistem pendidikan masa depan
Sekarang merupakan saat yang tepat bagi IT di sektor industri pendidikan dapat mengambil peran penting di lini tersebut, termasuk juga siswa, guru, staf maupun walimurid.

Sektor pendidikan sudah begitu selangkah lebih maju menuju terwujudnya proses pembelajaran yang tepersonalisasikan, menjadi fondasi bagi terwujudnya model pembelajaran mutakhir. 
 
Ada sepercik keraguan bahwa dunia akan mampu mengikuti perubahan dalam pelaksanaan pendidikan tradisional yang menuntut pelaku pendidikan harus bertatap muka secara langsung.

Agar pendidik dan institusi pendidikan di Asia Tenggara mampu beralih dengan cepat ke masa depan digital dan turut membentuk wajah masa depan pendidikan di kawasan regional, kita harus cepat tanggap dalam mengakomodasi dinamika perubahan yang terjadi hari ini serta sigap mengantisipasi semua hal yang ada di depan kita.


(Cin Cin Go, Country Manager, VMware Indonesia)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://www.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id