Oleh karena itu, banyak perusahaan besar yang serius melakukan transformasi digital menanam investasi lebih banyak dalam urusan keamanan siber. Dari tren ini, para penyedia solusi keamanan melihat satu peluang bisnis bernama asuransi siber.
"Kalau dulu pada tahun 90-an sistem keamanan hanya berupa fisik, sekarang sistem keamanan ini harus memiliki cara pikir yang berbeda," kata Symantec Senior Director, Cyber Security Services for Asia Pacific & Japan, Peter Sparkes. Bukan hanya jenis malware yang semakin variatif, hacker juga mulai bergerak seperti sebuah organisasi perusahaan.
Data pelanggan dan infrastruktur merupakan aset penting bagi perusahaan dalam mengembangkan usaha mereka. Begitu data ini bocor atau infrastruktur mengalami gangguan, perusahaan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengambil atau memperbaikinya kembali. Apa yang terjadi adalah konsumen yang mengajukan komplain, dan pada saat itu, pengeluaran perusahaan akan bertambah.
"Saya mencontohkan sebuah bank yang mengalami gangguan di sistem online banking mereka. Ketika bermasalah, konsumen mereka pasti akan mendatangi cabang bank terdekat dan mengajukan komplain," kata Peter. Bank harus memastikan bahwa komunikasi mereka tetap baik ketika masalah ini muncul, sehingga pelanggan tidak akan berhenti mengugnakan layanan mereka. "Ini akan membuat bank mengeluarkan biaya operasional tambahan."
Pada dasarnya, asuransi ini tidak berbeda dengan asuransi umum, dan tidak hanya infrastruktur IT yang diberi perlindungan. Selain perlindungan infrastruktur dan sistem keamanan untuk menangkal serangan siber, asuransi siber juga bertanggungjawab menjaga komunikasi perusahaan dengan pelanggan.
"Biasanya, banyak perusahaan yang menutupi masalah mereka kepada pelanggan. Jika keadaan semakin memburuk, reputasi perusahaan akan runtuh, dan berdampak pada pendapatan. Selain perlindungan siber, asuransi siber juga diibaratkan seperti public relation."
Sejauh apa asuransi siber terlibat dalam perlindungan sebuah perusahaan? Peter menjelaskan bahwa tergantung kebijakan perusahaan dan seperti apa kesepakatan perusahaan dengan penyedia asuransi siber ini. Pasalnya, ancaman siber menghilangkan batas wilayah, baik itu batas kota sampai batas negara. Asuransi siber juga bisa bersinggungan dengan divisi legal perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News