Ilustrasi. (SCMP)
Ilustrasi. (SCMP)

Bisnis Game Lesu, Tencent Rumahkan 10% Karyawan

Teknologi tencent
Cahyandaru Kuncorojati • 20 Maret 2019 15:33
Jakarta: Perusahaan internet raksasa Tiongkok, Tencent, yang juga terkenal di industri game kabarkan akan ikut memotong jumlah karayawannya. Langkah ini serupa dengan yang dilakukan JD.com dan Didi Chuxing.
 
Dikutip dari Nikkei Asian Review, langkah ini dilakukan Tencent terkait lesunya bisnis game yang selama ini jadi jagoan mereka. Pertumbuhan bisnis mereka keseluruhan juga disebut tidak pesat. Tencent akan memutasi atau merumahkan 10 persen karyawannya di posisi middle manager.
 
Dijelaskan bahwa Tencent berusaha mencari pengganti yang berasal dari kalangan muda. Sumber menyebutkan bahwa President Tencent Holdings, Martin Lau, tengah mengevaluasi performa setiap manajer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tencent tidak bisa menyediakan posisi manajer sebagai posisi seumur hidup. Apabila Anda berkompetensi maka akan segera naik jabatan, tapi apabila Anda lelah maka Anda harus melepaskan jabatannya," tutur Lau dalam sesi town hall meeting dengan karaywannya, dikutip dari South China Morning Post.
 
Dalam sebuah sesi terpisah, pendiri Tencent sekaligus CEO Tencent, Ma Huateng, menyatakan bahwa setiap tahun setidaknya satu dari lima kenaikan jabatan diberikan kepada karyawan muda yang berbakat.
 
Bisnis game Tencent memang sedang tidak bagus, sehingga mereka mungkin berpikir perlu mengisi lebih banyak generasi yang lebih muda serta membuat jumlah karyawannya lebih ramping.
 
Tahun lalu pemerintah Tiongkok sempat menghentikan proses registrasi untuk memberikan izin agar game bisa dirilis. Penghentian tersebut membuat banyak game yang akan dirilis Tencent menjadi tertunda dan perusahaan merugi. Valuasi Tencent disebut sempat merosot hingga USD160 (Rp2,3 trilun).
 
Pemerintah Tiongkok saat itu sedang membuat regulasi baru untuk mengatasi tingkat adiksi kalangan muda Tiongkok terhadap game, dan juga mengatur konten yang boleh ditampilkan dalam game
 
Tencent sempat menggemuk karena jumlah karyawannya bertaambah. Karyawan Tencent bertambah menjadi 50.000 orang di bulan September tahun lalu, padahal di akhir 2015 jumlahnya hanya 30.000 orang. Kemudian pertumbuhan pendapatan di bulan September 2018 menjadi yang terendah sejak September 2015.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif