Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Spectrum Sharing 5G Langkah Konkret Kominfo

Teknologi Kominfo telekomunikasi
Medcom • 11 November 2020 12:37
Jakarta: Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) bidang teknologi Agung Harsoyo mendukung Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate merealisasikan teknologi 5G melalui spectrum sharing. Kerja sama penggunaan frekuensi dinilai menjadi kunci digelarnya jaringan 5G di Indonesia.
 
Agung menyebut perlu regulasi turunan dari UU Cipta Kerja yang mengatur 5G. Kemenkominfo dan BRTI selalu berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) dalam membuat regulasi tersebut.
 
“Sama seperti dalam membuat UU Cipta Kerja, dalam membuat Peraturan Pemerintah bidang telekomunikasi ini Kemenkominfo dan BRTI selalu berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian,” kata Agung, Rabu, 11 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agung menegaskan, spectrum sharing hanya untuk teknologi 5G dan setelahnya. Teknologi 4G, 4.75G atau bahkan 4.9G tidak masuk spectrum sharing.
 
“UU Cipta Kerja hanya untuk teknologi 5G, maka penerapan spectrum sharing di teknologi lama mustahil dilakukan. Bapak Menkominfo (Johnny G Plate) ini taat aturan, tidak akan melanggar UU,” kata Agung.
 
Agung menegaskan, Menteri Kominfo menginginkan kerja sama penggunaan frekuensi teknologi 5G dijadikan milestone pertama di Indonesia.
 
“Kerja sama penggunaan frekuensi harus mendapat persetujuan Menteri Kominfo dan hanya untuk teknologi 5G. Karena untuk menggelar layanan 5G membutuhkan investasi baru yang cukup besar. Kalau tidak ada kerja sama penggunaan frekuensi, kemungkinan hanya ada dua operator yang bisa menerapkan 5G di Indonesia,” ujarnya.
 
Menurut Agung, persetujuan Kominfo sangat penting agar operator tidak mengalihkan atau memperjualbelikan frekuensi yang dimilikinya. Sebab, frekuensi merupakan sumber daya terbatas dan aset bangsa.
 
“Kerja sama penggunaan frekuensi akan diawasi ketat dengan persetujuan Menteri. Nantinya Peraturan Pemerintah ini akan diformulasikan kembali ke dalam Peraturan Menteri,” katanya.
 
Seperti diketahui, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyebut berbagi spektrum (spectrum sharing) yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja untuk penyediaan teknologi baru dan layanan 5G. Dengan begitu, penerapan layanan 5G akan memiliki payung hukum.
 
"Pemerintah memasukkan kerja sama penggunaan spektrum frekuensi untuk layanan 5G dalam UU Cipta Kerja agar nantinya penerapan 5G memiliki payung hukum," kata Johnny.
 
Johnny mengatakan layanan telekomunikasi perlu dioptimalkan dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Idealnya, penyediaan teknologi 5G membutuhkan 100 MHz frekuensi.
 
"Kebutuhan ini hanya dapat disikapi dengan bentuk kerja sama antara operator yang memegang izin frekuensi. Sehingga diharapkan true 5G dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia," ujar Johnny.
 
(FZN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif