Ancaman digital tersebut termasuk deepfake, penipuan berbasis teknologi AI, pengambilalihan akun atau account takeover dan serangan social engineering, dilaporkan mengalami peningkatan hingga 1.550 persen dalam beberapa tahun terakhir.
“Risiko deepfakes dan penipuan lain oleh teknologi AI itu nyata, dan banyak bisnis kehilangan miliaran Rupiah karena serangan ini. Vida Identity Stack yang memiliki tingkat penurunan penipuan identitas sebanyak 99,9 persen ini didesain untuk melindungi bisnis agar aman dan lancar untuk pengalaman pengguna pelanggan,” ujar Founder dan CEO VIDA Group Niki Luhur.
Bersamaan dengan peluncuran, Vida juga mempublikasikan laporan riset white paper bertajuk Where’s The Fraud: Protecting Indonesian Business from AI Generated Digital Fraud. Dalam laporan ini, ditemukan sebanyak 97 persen bisnis di Indonesia telah menjadi sasaran social engineering dalam setahun terakhir, dengan phising dan smishing menjadi metode paling umum digunakan.
Selain itu, 46 persen bisnis tersebut juga tidak memiliki pemahaman teknologi AI mendalam untuk mencegah serangan ini. Hal itu, jelas Vida, menunjukan urgensi akan kebutuhan solusi berbasis teknologi AI komprehensif.
Dalam Vida Identity Stack, Vida menawarkan sejumlah layanan yaitu Identity Verification atau Verifikasi Identitas, User Authentication atau Otentikasi Pengguna, dan Fraud Detection atau Deteksi Penipuan Digital.
Pada layanan Identity Verification, Vida menawarkan solusi Document Liveness, berkemampuan untuk mengonfirmasi keaslian dokumen yang diunggah dalam proses online onboarding. Selain itu, Vida juga menawarkan Face Liveness untuk mencegah penipuan dengan pendeteksian gambar dan video palsu, serta Income Verification.
Income Verification menyediakan pemeriksaan akurat akan data pendapatan atau income menggunakan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sedangkan pada layanan User Authentication menyediakan solusi PhoneToken dan FaceToken.
Pada solusi PhoneToken berkemampuan menghubungkan akun kepada ponsel seluler pengguna, sehingga transaksi tidak dapat diselesaikan pada perangkat lain. Solusi ini mengamankan otentikasi dengan memastikan bahwa perangkat yang digunakan benar-benar milik pengguna.
Sementara itu, FaceToken mengganti SMS dengan pengenalan wajah untuk meningkatkan keamanan dan kemudahan pengguna. Pada layanan Fraud Detection menawarkan solusi Fraud Scanner, menggunakan teknologi AI tingkat lanjut dan machine learning untuk mendeteksi aktivitas penipuan.
Layanan ini juga menawarkan solusi Deepfake Detector berkemampuan mengidentifikasi dan mencegah konten deepfake, serta Deepfake Shield berkemampuan mencegah penipu agar tidak bisa meretas kamera perangkat pengguna dan menyediakan pertahanan terhadap serangan deepfake pada saat itu juga.
Tidak hanya itu, Vida juga meluncurkan solusi baru untuk produk platform Vida Sign, termasuk Sign OpenAPI. Solusi dengan jaminan Prevensi Penipuan Identitas sebesar 99,9 persen, memungkinkan penandatanganan dan pemrosesan dokumen sangat aman dengan mengintegrasikannya secara mulus dengan sistem yang sudah dimiliki penyedia layanan atau bisnis.
Vida menjelaskan bahwa Vida Sign OpenAPI dibangun menggunakan Vida Identity Stack, diklaim menjadikannya platform penandatanganan paling aman di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News