Produsen memori asal China ini dilaporkan telah mencapai tahap produksi massal teknologi DDR5, di tengah situasi pasar yang sedang menghadapi tekanan pasokan DRAM akibat lonjakan permintaan dari sektor AI dan data center.
Dikutip dari laporan situs WCCF Tech, CXMT selama ini dikenal sebagai produsen memori terbesar di China untuk segmen konsumen.
Namun, perkembangan terbaru menandai perubahan posisi perusahaan tersebut, dari pemain domestik menjadi penantang langsung raksasa DRAM global seperti Samsung, SK hynix, dan Micron.
Dianggap sebagai calon kompetitor serius raksasa tadi, laporan media Korea menyebut CXMT telah memulai produksi massal DDR5 dengan tingkat yield mencapai 80–90 persen.
Angka ini disebut sebanding dengan pencapaian pabrikan DRAM asal Korea Selatan, meski CXMT masih mengandalkan teknologi fabrikasi generasi lama karena keterbatasan akses terhadap mesin EUV akibat sanksi geopolitik.
Produk DDR5 CXMT sendiri mulai diadopsi oleh merek memori lokal seperti KingBank dan Gloway. Modul yang beredar di pasar konsumen China menawarkan kapasitas hingga 32GB dan menggunakan chip DDR5 buatan dalam negeri, yang mendapat respons positif dari pasar domestik.
CXMT belum mempublikasikan detail teknis lengkap dari generasi awal DDR5 tersebut. Namun, pencapaian yield tinggi dinilai cukup signifikan untuk memperkuat ambisi China dalam membangun rantai pasok memori yang lebih mandiri.
Debut Produk DDR5 dan LPDDR5X
Perkembangan CXMT berlanjut pada 2025, saat perusahaan tersebut secara resmi memperkenalkan lini produk DDR5 dan LPDDR5X di ajang China International Semiconductor Expo. CXMT menampilkan DDR5 dengan densitas 16Gb dan 24Gb, serta kecepatan hingga 8.000 MT/s.Portofolio produknya mencakup berbagai format, mulai dari UDIMM, SODIMM, RDIMM, hingga solusi untuk data center dan server. CXMT juga memamerkan chip DDR5 yang digunakan oleh produsen modul seperti ASGARD, termasuk varian yang ditujukan untuk segmen gaming dan overclocking.
Selain itu, CXMT memperkenalkan LPDDR5X dengan kecepatan hingga 10.667 MT/s dan densitas 12Gb serta 16Gb. Produk ini ditujukan untuk laptop, perangkat embedded, hingga kebutuhan komputasi AI.
Krisis Pasokan DRAM dan Peluang CXMT
Kehadiran DDR5 CXMT datang di saat yang krusial. Pasar DRAM global tengah mengalami ketidakseimbangan pasokan, terutama karena produsen besar memprioritaskan alokasi kapasitas untuk kebutuhan AI dan data center. Kondisi tersebut memicu kenaikan harga memori dan keterbatasan suplai untuk segmen konsumen.Dalam konteks ini, produksi DDR5 dalam negeri memberi China peluang untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok luar negeri. Dengan kemampuan produksi volume besar, CXMT berpotensi menjadi sumber pasokan alternatif, setidaknya untuk pasar domestik.
Meski masih menghadapi keterbatasan teknologi manufaktur, langkah CXMT menunjukkan bahwa peta persaingan industri DRAM mulai mengalami pergeseran. Jika tren ini berlanjut, peran produsen memori asal China diperkirakan akan semakin relevan di tengah dinamika pasokan global yang belum sepenuhnya stabil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News