Foto: BRIN
Foto: BRIN

Pelatihan Vector Network Analyzer Perkuat Riset Telekomunikasi

Mohamad Mamduh • 02 Februari 2026 17:08
Ringkasnya gini..
  • Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif.
  • Pelatihan ini secara khusus memanfaatkan PNA dengan kemampuan pengukuran hingga 110 GHz.
  • Vector Network Analyzer sendiri dapat dimanfaatkan untuk berbagai pengujian.
Jakarta: Pusat Riset Telekomunikasi (PRT), Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan pelatihan penggunaan N5227B PNA Microwave Vector Network Analyzer (PNA) pada Rabu–Kamis (28–29/1) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung.
 
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif, mulai dari konsep dasar hingga praktik pengukuran tingkat lanjut, guna memperkuat kapasitas riset telekomunikasi di lingkungan BRIN.
 
Kepala PRT BRIN, Nasrullah Armi, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya strategis peningkatan kompetensi periset. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teori dan praktik penggunaan alat, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan antarpeserta.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap kompetensi periset BRIN semakin meningkat, sehingga mampu menghasilkan output riset yang lebih berkualitas sekaligus memperkuat kolaborasi riset,” tegasnya.
 
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala OREI BRIN, Budi Prawara, menekankan bahwa pemanfaatan alat PNA ini diharapkan mampu mendukung riset yang berdampak dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Ia menjelaskan bahwa N5227B PNA Microwave Vector Network Analyzer memiliki peran penting dalam kegiatan karakterisasi dan pengujian, khususnya di bidang antena dan radar.
 
“Dengan fasilitas ini, kami optimistis para periset dapat mengambil langkah strategis agar aktivitas riset telekomunikasi di Indonesia tidak tertinggal dari negara maju. Selain itu, alat ini juga membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan teknologi telekomunikasi lanjutan dengan potensi aplikasi yang luas,” ujar Budi.
 
Lebih lanjut, Budi menekankan pentingnya pemanfaatan alat secara optimal untuk menghasilkan riset yang berdampak nyata, sekaligus mendorong kolaborasi dengan akademisi serta peluang lisensi dengan industri. Ia menambahkan bahwa PNA memiliki potensi aplikasi lintas sektor, antara lain di bidang kesehatan dan sistem deteksi objek.
 
Pelatihan ini secara khusus memanfaatkan PNA dengan kemampuan pengukuran hingga 110 GHz, sehingga peserta diperkenalkan pada teknik serta tantangan pengukuran pada rentang frekuensi tinggi atau millimeter wave (mmWave). Materi pelatihan mencakup metode kalibrasi presisi frekuensi tinggi, teknik penanganan konektor dan perangkat uji, serta interpretasi hasil pengukuran secara akurat untuk mendukung riset dan pengembangan perangkat radio frekuensi (RF) dan gelombang mikro.
 
Melalui pendekatan pembelajaran yang seimbang antara pemaparan konsep dan praktik langsung di laboratorium, peserta diharapkan mampu mengaplikasikan hasil pelatihan secara efektif dalam kegiatan riset dan pengembangan teknologi telekomunikasi.
 
Vector Network Analyzer sendiri dapat dimanfaatkan untuk berbagai pengujian, antara lain pengujian penguat dengan satu koneksi, pengujian modul transmit/receive (T/R), pengukuran frekuensi mmWave pada teknologi komunikasi berkecepatan tinggi, pengujian material untuk mengetahui sifat elektromagnetik bahan, pengujian filter, serta analisis performa mixer.
 
Pelatihan ini diikuti oleh sivitas BRIN yang berasal dari Pusat Riset Telekomunikasi, Pusat Riset Elektronika, serta Kedeputian Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi (DIRI). Materi yang diberikan meliputi prinsip kerja PNA, pemahaman parameter hambur (S-parameters), teknik kalibrasi, serta praktik pengukuran komponen aktif dan pasif, termasuk pengujian multiport dan analisis karakteristik frekuensi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA