USITC menyelidiki Apple, Samsung, dan Google terkait dugaan pelanggaran paten teknologi audio yang berpotensi memicu larangan impor di Amerika Serikat.
USITC menyelidiki Apple, Samsung, dan Google terkait dugaan pelanggaran paten teknologi audio yang berpotensi memicu larangan impor di Amerika Serikat.

Apple, Samsung, Google Hadapi Potensi Larangan AS

Lufthi Anggraeni • 19 September 2026 09:12
Ringkasnya gini..
  • USITC menyelidiki Apple, Samsung, dan Google atas dugaan pelanggaran tiga paten teknologi audio BoomCloud 360.
  • BoomCloud 360 meminta pembatasan impor dan penjualan perangkat yang dianggap melanggar paten di Amerika Serikat.
  • Belum ada larangan perangkat, USITC masih menjalankan proses penyelidikan dan belum memutus pokok perkara.
Jakarta: Apple, Samsung, dan Google menghadapi penyelidikan perdagangan di Amerika Serikat terkait dugaan pelanggaran paten teknologi audio. Kasus ini dibuka oleh U.S. International Trade Commission (USITC) setelah perusahaan teknologi audio BoomCloud 360 mengajukan pengaduan terhadap ketiga perusahaan tersebut.

Pada tanggal 16 September 2026, USITC mengumumkan pembukaan penyelidikan bernomor 337-TA-1521 terhadap sejumlah perangkat elektronik yang menggunakan teknologi audio tertentu. Pengaduan tersebut diajukan BoomCloud 360 pada tanggal 14 Agustus 2026 dan kemudian dilengkapi melalui pengajuan tambahan pada 31 Agustus 2026.

Mengutip GSM Arena, BoomCloud 360 mengklaim perangkat dari Apple, Samsung, dan Google melanggar sejumlah klaim dalam tiga paten miliknya. Perusahaan tersebut kemudian meminta USITC menerbitkan limited exclusion order serta cease and desist orders terhadap produk yang dianggap melanggar paten. 

Permintaan tersebut secara teori dapat berdampak pada kemampuan perusahaan untuk mengimpor atau menjual perangkat terkait di pasar Amerika Serikat. Namun, pembukaan penyelidikan tidak berarti USITC telah menyatakan Apple, Samsung, atau Google terbukti melanggar paten.

apple-samsung-google-potential-device-ban

USITC Selidiki Teknologi Audio

Penyelidikan USITC dilakukan berdasarkan Section 337 dari Tariff Act of 1930. Peraturan tersebut memberikan kewenangan kepada USITC untuk menyelidiki praktik perdagangan tidak adil, termasuk dugaan pelanggaran hak kekayaan intelektual dalam produk yang diimpor ke Amerika Serikat.

Dalam kasus ini, pihak yang tercatat sebagai responden terdiri atas Apple Inc., Samsung Electronics Co. Ltd., Samsung Electronics America Inc., dan Google LLC. Produk yang menjadi perhatian merupakan perangkat elektronik dengan teknologi audio tertentu.

Potensi dampak perkara tersebut dilaporkan dapat mencakup berbagai kategori perangkat yang menggunakan teknologi audio terkait. Hal ini membuat kasus tersebut berpotensi menyentuh produk seperti smartphone, earbud, tablet, hingga televisi, tergantung pada cakupan teknologi dan produk yang akhirnya ditetapkan dalam proses penyelidikan.

Sementara itu, jika pada akhirnya USITC memenuhi permintaan BoomCloud 360 untuk menerbitkan dan memberlakukan limited exclusion order, mekanisme tersebut dapat membatasi impor produk yang masuk dalam cakupan perintah ke Amerika Serikat. 

USITC juga dapat menerbitkan cease and desist order untuk membatasi aktivitas tertentu terkait produk tersebut di pasar AS. Meski demikian, belum ada keputusan untuk melarang perangkat Apple, Samsung, atau Google di Amerika Serikat. 

USITC secara eksplisit menyatakan bahwa keputusan membuka penyelidikan tidak sekaligus merupakan keputusan mengenai pokok perkara atau pembuktian pelanggaran.
 

Apple, Samsung, dan Google Masih Jalani Proses Hukum

Setelah penyelidikan dibuka, proses berikutnya akan melibatkan pemeriksaan bukti dan persidangan administratif. Kepala hakim administratif USITC akan menunjuk seorang administrative law judge (ALJ) untuk menangani perkara tersebut.

ALJ nantinya akan menentukan apakah terdapat pelanggaran Section 337. Keputusan awal tersebut masih dapat ditinjau oleh USITC sebelum komisi mengambil keputusan final. USITC juga belum menetapkan tanggal final penyelesaian perkara.

Berdasarkan keterangan resmi komisi, dalam waktu paling lama 45 hari setelah penyelidikan dimulai, USITC akan menetapkan target waktu penyelesaian penyelidikan. Apabila USITC pada akhirnya menerbitkan remedial order, perintah tersebut berlaku ketika diterbitkan dan menjadi final setelah 60 hari, kecuali mendapat penolakan atas dasar kebijakan dari U.S. Trade Representative dalam periode tersebut.

Dengan demikian, kabar mengenai potensi device ban terhadap Apple, Samsung, dan Google di Amerika Serikat saat ini masih berada pada tahap penyelidikan. Dampak terhadap produk yang beredar di pasar Amerika Serikat baru dapat diketahui setelah proses hukum berjalan dan USITC menentukan apakah benar terjadi pelanggaran serta bentuk tindakan yang akan diberlakukan.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena melibatkan tiga perusahaan teknologi besar dengan portofolio perangkat yang luas. Namun, sampai tanggal 19 September 2026, belum terdapat keputusan USITC yang melarang impor atau penjualan perangkat Apple, Samsung, maupun Google berdasarkan perkara BoomCloud 360 tersebut.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA