Ilustrasi.
Ilustrasi.

Chromebook vs Googlebook: Apa Bedanya dan Apakah Chromebook Akan Digantikan?

Cahyandaru Kuncorojati • 16 September 2026 17:30
Ringkasnya gini..
  • Googlebook adalah lini laptop premium dengan integrasi ChromeOS dan Android.
  • Chromebook tetap dikembangkan Google dan mendapat dukungan hingga 2034.
  • Chromebook menyasar pengguna umum, sedangkan Googlebook ditujukan untuk pengguna profesional dan power user.
Jakarta: Googlebook menjadi kategori laptop baru yang diperkenalkan Google dengan pendekatan berbeda dari Chromebook. 

Kehadiran lini premium ini memunculkan pertanyaan bagi calon pengguna: apa sebenarnya perbedaan Googlebook dan Chromebook, dan apakah laptop berbasis ChromeOS yang selama ini dikenal akan segera ditinggalkan?

Dikutip dari laporan situs ZDnet, jawaban Google untuk pertanyaan kedua saat ini cukup tegas: Chromebook tidak akan dihentikan. Google justru mengatakan masih akan mengembangkan dan memberikan dukungan untuk Chromebook, sementara Googlebook diposisikan untuk kebutuhan pengguna yang berbeda.
 

Googlebook dan Chromebook Punya Target Pengguna Berbeda

Perbedaan paling mendasar antara Chromebook dan Googlebook terletak pada posisi produknya. Chromebook selama ini diarahkan sebagai laptop untuk kebutuhan sehari-hari dengan fokus pada aksesibilitas dan keterjangkauan.

Googlebook hadir dengan ambisi yang lebih premium. Lini ini ditujukan terutama untuk pengguna profesional dan power user, khususnya mereka yang sudah menggunakan smartphone Android.

Salah satu pembeda utamanya adalah sistem operasi yang menggabungkan ChromeOS dan Android dalam satu pengalaman. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna mengakses smartphone Android melalui laptop tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
 
Pendekatan ini membuat Googlebook bukan sekadar Chromebook dengan spesifikasi lebih tinggi. Google mencoba membangun pengalaman komputasi yang lebih terintegrasi antara laptop dan perangkat Android.

Bagi pengguna yang hanya membutuhkan laptop untuk aktivitas sehari-hari, Chromebook masih memiliki posisi yang jelas. Sementara itu, Googlebook lebih diarahkan kepada pengguna yang menginginkan pengalaman premium dan integrasi lebih erat dengan ekosistem Android.
 

Mengapa Chromebook Belum Akan Ditinggalkan?

Ada alasan praktis mengapa Google tidak bisa begitu saja mengalihkan seluruh pengguna Chromebook ke Googlebook. Chromebook sudah digunakan secara luas di berbagai sektor, termasuk institusi pendidikan, bisnis, dan konsumen.

Bryan Lee, VP of ChromeOS Enterprise Go-to-Market, mengatakan Chromebook telah menjadi perangkat penting bagi berbagai kelompok pengguna.

“Chromebook telah menjadi alat yang sangat berharga bagi institusi pendidikan, bisnis, dan konsumen. Kami benar-benar berniat terus berinvestasi dalam pengalaman tersebut dan mendukung para pengguna itu.”

Chromebook juga memiliki keunggulan dari sisi usia ekosistem. Platform tersebut sudah memiliki sekitar 15 tahun untuk membangun basis pengguna, sedangkan Googlebook merupakan kategori baru yang masih harus membentuk pasar dan tingkat adopsinya sendiri.

Google bahkan menyatakan akan terus memberikan dukungan dan pembaruan untuk Chromebook hingga 2034. Artinya, setidaknya berdasarkan komitmen yang diumumkan saat ini, pengguna Chromebook tidak perlu menganggap kemunculan Googlebook sebagai tanda bahwa perangkat mereka akan segera kehilangan dukungan.
 

Apakah Chromebook Bisa Benar-Benar Hilang?

Kemungkinan jangka panjangnya masih terbuka, tetapi belum ada keputusan bahwa Chromebook akan dihentikan setelah 2034.

Googlebook saat ini ditempatkan sebagai produk premium. Karena itu, salah satu kemungkinan di masa depan adalah Google memperluas lini tersebut ke segmen menengah sehingga berhadapan langsung dengan pasar Chromebook.

Jika Googlebook nantinya sudah memiliki pasar yang kuat dan mampu mencakup segmen yang selama ini dilayani Chromebook, arah produk Google bisa saja berubah. Namun, hal tersebut masih berupa kemungkinan, bukan keputusan yang telah dikonfirmasi.

Alexander Kuscher, pimpinan tablet dan laptop Google, juga menegaskan bahwa “Chromebook tidak mati”.

Google bahkan menyebut masih ada Chromebook baru yang sedang dikembangkan. Perusahaan juga kembali menyediakan ChromeOS Flex USB drive, yang memungkinkan pengguna memasang sistem operasi ringan tersebut pada laptop lama, termasuk perangkat Windows 10 atau MacBook generasi lama.

Dengan kondisi tersebut, perbedaan Chromebook vs Googlebook untuk saat ini lebih tepat dipahami sebagai perbedaan kelas dan target pengguna, bukan pergantian generasi secara langsung.

Chromebook tetap menjadi pilihan untuk kebutuhan komputasi sehari-hari, sedangkan Googlebook membawa pendekatan premium dengan integrasi Android yang lebih dalam.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA