Literasi Internet Bisa Diajarkan di Mata Pelajaran Komputer

Ellavie Ichlasa Amalia 05 Juli 2018 18:53 WIB
Tik Tok
Literasi Internet Bisa Diajarkan di Mata Pelajaran Komputer
Tik Tok bisa menyebabkan masalah pada anak.
Jakarta: Aplikasi Tik Tok memiliki dampak buruk bagi anak, menurut Ketua Indonesia Child Protection Watch (ICPW). Dia menyebutkan, aplikasi seperti Tik Tok mendorong masyarakat untuk melakukan hal yang tidak wajar atau tidak sesuai dengan norma.

Lalu, bagaimana cara untuk memberikan edukasi pada masyarakat tentang konten yang boleh mereka bagikan melalui platform seperti Tik Tok? Menurut ahli teknologi informasi, Onno W. Purbo, cara terbaik yang bisa digunakan adalah melaui mata pelajaran komputer di sekolah.

"Cara aling efektif dan murah ya lewat mata pelajaran komputer di sekolah," kata pria yang akrab dengan panggilan Onno ini.


"Sayang Diknas membuang mata pelajaran komputer dari kurikulum. Sekarang, ktia menjadi bingung tentang bagaimana cara mengajarkan hal-hal seperti ini ke anak didik."

Ketika memblokir Tik Tok, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudianara juga menyebutkan bahwa dia tidak keberatan untuk membiarkan masyarakat kembali mengakses layanan tersebut asalkan isi kontennya bersih dan tidak mengandung pornografi atau hal-hal terlarang lain.

Onno membandingkan Tik Tok dengan platform siaran video seperti YouTube. "Sebetulnya, kalau di YouTube, ada mekanisme flagging," katanya.

"Pengguna bisa memberi tanda pada YouTube jika sebuah konten harus di-take down. YouTube juga melakukan patroli untuk mencari konten yang tidak baik."

Dia menyebutkan, dengan begitu, YouTube berhasil memastikan bahwa konten yang ada di layanannya tetap bersih.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.