Qualcomm pamer teknologi pemindai sidik jari terbaru di Snapdragon Tech Summit 2019. (Medcom.id/Daru)
Qualcomm pamer teknologi pemindai sidik jari terbaru di Snapdragon Tech Summit 2019. (Medcom.id/Daru)

Pemindai Sidik Qualcomm 3D Sonic Max, Kenapa Lebih Canggih?

Teknologi teknologi hardware qualcomm review prosesor
Cahyandaru Kuncorojati • 04 Desember 2019 05:39
Maui: Mengandalkan kemampuan AI atau kecerdasan buatan di chipset terbarunya, Qualcomm mengumum teknologi keamanan berbasis pemindai jari terbaru bernama 3D Sonic Max.
 
Di Qualcomm Tech Summit 2019, 3D Sonic Max diperkenalkan sebagai penerus pemindai sidik jari 3D Sonic yang unggul lewat teknologin in-display atau berada di layar smartphone.
 
Senior Vice President dan General Manager Mobile Qualcomm, Alex Katouzian, menyebut bahwa pemindai sidik jari ini tidak hanya lebih cepat, tapi juga lebih aman. Keamanan masih jadi prioritas utama dari teknologi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan menggunakan dua jari sekaligus sebagai autentifikasi, sistem keamanan menjadi lebih tinggi dan akurat," ucal Alex. Jadi dibutuhkan dua jari secara simultan untuk bisa membuka akses smartphone dengan 3D Sonic Max.
 
Alex mengklaim tingkat akurasinya lebih tinggi, yaitu satu banding satu juta, kesempatan dibobolnya lebih kecil dua kali lipat dibandingkan pendahulunya. Kemampuan ini juga didukung area pemindai yang lebih besar.
 
Area pemindai dari teknologi 3D Sonic Max disebut 17 kali lebih besar ketimbang pendahulunya. Tidak hanya muat untuk dua jari. Melihat hal ini, mungkin saja smartphone dengan pemindai sidik jark di layar ke depannya tidak hanya mampu punya area pemindai di tengah layar.
 
Penggunaan autentikasi dua jari juga dilihat bisa dikembanfkan untuk kunci akses keamanan yang bisa dibagi oleh dua orang yang diinginkan. Alex sendiri menyebut teknologi 3D Sonic Max tidak akan hanya tersedia di smartphone tapi juga beragam industri.
 
3D Sonic Max masih menggunakan basis teknologi yang sama dari pendahulunya. Teknologi ini mengandalkan ultrasonik untuk menangkap permukaan dari sidik jari. Bukan foto sidik jari berbekal sensor optik.
 
Qualcomm juga menyebut bahwa teknologi ini juga bisa membaca detak jantung. Sayangnya Qualcomm tidak memberikan penjelasan lebih detil mengenai hal ini.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif