Aplikasi pemindai dokumen ke digital CamScanner.
Aplikasi pemindai dokumen ke digital CamScanner.

Tanggapan CamSanner Soal Temuan Malware

Teknologi cyber security kaspersky
Cahyandaru Kuncorojati • 30 Agustus 2019 15:23
Jakarta: Sehari setelah laporan mengenai aplikasi CamScanner ditemukan berisi malware, pihak Google langsung menghapus aplikasi populer sejak tahun 2010 tersebut dari layanan Play Store. Kini pihak CamScanner sudah memberikan pernyataan atas kasus ini.
 
Lewat akun Twitter resmi mereka @CamScanner, tim developer membuat cuitan yang berisi kasus yang menimpanya. Tidak hanya itu, mereka juga sudah menyediakan versi terbaru yang diklaim aman dari malware.
 
"Tim CamScanner baru saja menemukan SDk (Software Development Kit) yang disediakan oleh pihak ketiga bernama AdHub yang terintegrasi dalam Android versi 5.11.7, dan dilaporkan berisi modul berbahaya yang bisa menciptakan iklan yang tidak diizinkan," tulisnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seluruh injeksi berupa kode (pemrograman) yang mencurigakan melanggar Kebijakan Keamanan CamScanner. Kami akan mengambil tindakan hukum kepada AdHub. Beruntungnya dalam beberapa kali pengecekan keamana tidak ada bukti bahwa modul tersebut bisa menyebabkan kebocoran data," jelas pihak CamScanner.

 
CamScanner mengklaim telah menghapus semua SDK iklan yang tidak mendapatkan sertifikasi dari Google Play dan mereka akan segera merilis aplikais versi terbaru di layanan tersebut. Dalam cuitan itu juga disertakan tautan untuk mengunduh versi terbaru.
 
Namun, jangan heran apabila saat mengklik tautan tersebut akan langsung berjalan proses unduh aplikasi. Ini diakibatkan proses unduh dilakukan langsung dari server layanan CamScanner. Aplikasi versi baru mereka belum tersedia lagi di Play Store.
 
Kemarin, laporan mengenai malware berbahaya di CamScanner ditemukan oleh perusahaan keamanan siber Kaspersky. Mereka juga telah melaporkannya ke pihak Google dan menganggap kasus ini sangat serius. Alasannya, aplikasi ini sudah hadir sejak 2010 dan sudah diunduh lebih dari 100 juta kali.
 
Dalam situs resmi Kaspersky disebutkan bahwa mereka menemukan daftar iklan yang akan muncul dari aplikasi ini. Salah satu iklan tersebut ternyata memiliki fitur yang memungkinkan untuk malware menyusup ke dalam smartphone.
 
Disebutkan bahwa malware yang ditemukan adalah jenis Trojan-Dropper.AndroidOS.Necro.n. Jadi saat aplikasi CamScanner berjalan maka modul malware di dalamnya akan berusaha terhubung ke internet dan mulai melakukan tugas dengan memuat komponen bahasa program untuk melepaskan malware.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif