Beberapa waktu lalu badan intelijen Amerika, FBI, merilis peringatan agar masyarakat tidak menggunakan fasilitas pengecasan berupa port USB yang bisa dijumpai di bandara maupun tempat umum lain.
Dikutip dari situs Fortune, hal ini disebabkan temuan bahwa port USB pengecasan di tempat umum bisa digunakan oleh penjahat untuk mencuri data dari hape yang terhubung. Modus kejahatan siber ini dilakukan dengan cara memodifikasi fungsi dari port USB di fasilitas pengecasan.
Jadi saat kabel data untuk charger hape terhubung ke lubang USB yang sudah dimodifikasi tanpa diketahui, perangkat akan langsung terserang oleh malware yang memaksa seluruh data di dalam bisa disalin oleh penjahat siber.
Akhirnya data penting termasuk kredensial terkait berbagai layanan terutama perbankan akan berpindah tangan ke penjahat siber. Akibatnya, uang milik korban bisa dikuras oleh penjahat menggunakan identitas dan akses yang sudah dicuri.
Tidak hanya itu, diduga kabel data yang tersedia di fasilitas pengecasan gratis juga sudah dimodifikasi sehingga tanpa izin bisa mengakses data di hape, tidak cuma mengalirkan listrik.
Pihak FBI kabarnya hingga merilis imbauan bahwa setiap orang harus membawa kabel data dan adapter charger sendiri. Menurut mereka modus kejahatan semacam ini bukan hal baru melainkan sudah terjadi sejak tahun 2011 menggunakan malware serupa.
Peringatan serupa juga sejak lama dikeluarkan oleh FBI terkait layanan WiFi gratis di tempat umum. Mereka mengimbau untuk menggunakan WiFi dari tethering hape sendiri karena banyak penjahat menyediakan WiFi gratis yang terlihat aman dan mirip dengan versi asli dari penyedia fasilitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News