Jaringan Pemerintahan AS Terjangkit Malware Akibat Situs Porno

Cahyandaru Kuncorojati 30 Oktober 2018 13:12 WIB
cyber security
Jaringan Pemerintahan AS Terjangkit Malware Akibat Situs Porno
Ilustrasi. (Kaspersky)
Jakarta: Ada cukup banyak alasan bagi Anda untuk tidak mengakses situs pornografi. Selain melanggar moral yang berlaku, situs ini juga menyimpan beragam ancaman bagi perangkat yang digunakan untuk mengaksesnya.

Fakta tersebut kembali terungkap setelah dilaporkan bahwa situs dan jaringan Department of Interior Amerika Serikat yang bertugas mengatur data lahan dan sumber daya alam negara tersebut terjangkit malware yang berasal dari situs porno.

Dikutip dari TechCrunch, penelusuran yang dilakukan tim IT lembaga pemerintahan tersebut menemukan bahwa ada pegawainya yang mengakses ribuan halaman situs porno berisi malware dan mengunduh ke laptop miliknya yang tersambung ke jaringan Survey Geologis Amerika Serikat.


Dalam laporan yang dirilis oleh pemerintah laporan Amerika Serikat ditemukan bahwa ada 9.000 halaman situs porno yang sudah diakses. Malware di dalamnya memiliki ancaman untuk mencuri data penting dan menonaktifkan sambungan jaringan komputer yang terjangkit.

Jadi ada dua celah keamanan yang dimanfaatkan oleh malware tersebut yakni penularan lewat akses dan lewat USB port karena diketahui pegawai tersebut menggunakan flash disk dan smartphone untuk memindahkan konten pornografi yang berisi malware.

Beruntungnya pihak Department of Interior Amerika Serikat menyatakan bahwa celah keamanan ini tidak membahayakan keamanan nasional karena data atau arsip yang dimiliki lembaga tersbeut tidak terlalu bersifat rahasia.

Namun, dampaknya kini lembaga tersebut membuat peraturan tegas bahwa mereka akan melakukan pengecekan berkala terhadap aktivitas internet pegawainya di kantor dan melarang keras akses terhadap konten pornografi selama terhubung di jaringannya.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.