“Agar tetap dapat menjadi yang terdepan dalam kompetisi, bank-bank membutuhkan analitik dan pembelajaran mesin untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai pelanggan mereka,” ujar Vice President for Asia Pacific and Japan Cloudera Mark Micallef.
Selain itu, penerapan solusi Cloudera tersebut juga untuk mengakselerasi inklusi keuangan di Indonesia. Solusi Cloudera juga dimanfaatkan BRI untuk memperluas basis pelanggan dan meningkatkan kemampuan pendeteksian penipuan melalui teknologi penipuan melalui teknologi pembelajaran mesin.
Cloudera Enterprise juga menjadi solusi yang dimanfaatkan BRI untuk menganalisis data riwayat selama lima tahun dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan sistem penilaian kredit, sehingga dapat untuk mendapatkan pemahanan lebih baik terkait perilaku pelanggan.
Pemanfaatan teknologi disebut BRI mendorong proses pendistribusian layanan menjadi lebih sederhana dan efisien.
Sebelumnya, BRI selalu mendistribusikan pinjaman dengan cara tradisional yang seringkali menyita waktu dan membutuhkan proses yang panjang, penghambat dalam mendorong inklusi keuangan.
Dengan mengadopsi pendekatan berbasis data dan menerapkan pembelajaran mesin, BRI mampu meningkatkan penyerapan pinjaman digital dan mengembangkan tingkat produktivitas dalam hal pemrosesan pinjaman kredit hingga 50 persen, sehingga mengurangi waktu yang diperlukan dari dua minggu menjadi dua hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News