Microsoft menjelaskan keuntungan dari cloud untuk perusahaan.
Microsoft menjelaskan keuntungan dari cloud untuk perusahaan.

Microsoft: Cloud Punya Beragam Manfaat Bisnis

Teknologi microsoft
M Studio • 29 November 2018 22:42
Jakarta: Menurut National Technology Officer of Microsoft Indonesia, Tony Seno dalam acara Microsoft Hybrid Cloud Summit, di masa mendatang adopsi teknologi komputasi awan atau cloud semakin masif.
 
Mengutip prediksi firma riset Gartner, disebutkan bahwa pada 2025, ada 80 persen perusahaan di dunia meninggalkan pemanfaatan data center tradisional. Perusahaan tersebut memilih beralih ke layanan komputasi awan atau cloud.
 
"Penggunaan teknologi data center itu lambat dan membutuhkan biaya yang besar untuk persiapan maupun pengelolaannya. Tentunya berat bagi perusahaan teknologi sekelas startup untuk mendukung pertumbuhannya," ungkap Seno.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menuturkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk membangun data center pribadi sangat besar, mulai dari biaya penyiapan ruangan dan sistem pendingin untuk menjaga kondisi perangkat IT atau server, serta konsumsi listrik.
 
"Proses pemasangan komponen IT untuk data center hingga persiapan untuk bisa digunakan juga memakan waktu lebih lama,” jelas Tony.
 
"Apalagi aplikasi biasanya membutuhkan time to market yang cepat sehingga bisa menyediakan layanan bersaing dengan kompetitor bisnis. Di era transformasi digital saat ini, kehadiran aplikasi sebagai layanan digital sebuah bisnis sangat krusial," tambahnya.
 
Pengguna data center juga harus menyiapkan tenaga IT yang sigap memantau apabila data center bermasalah. Bisa dibayangkan saat perusahaan memiliki lebih dari satu data center, maka berapa banyak biaya yang dikeluarkan.
 
"Berbeda dengan layanan cloud yang elastis. Penggunanya hanya membayar sesuai yang dibutuhkan pada momen tertentu. Proses persiapan untuk digunakan jauh lebih cepat dalam hitungan detik, termasuk saat layanan bermasalah maka data dan aplikasi yang dibutuhkan bisa dimitigasi dengan cepat," jelas Tony.
 
Seluruh maintenance dan infrastruktur akan dikelola oleh pihak penyedia cloud, penggunanya hanya butuh berfokus ke manajemen data. Dari sudut pandang finansial, perusahaan yang menggunakan cloud hanya butuh menyediakan biaya OPEX atau operasional, bukan termasuk CAPEX atau biaya modal awal seperti ketika menggunakan data center sendiri.
 
Tentu saja isu mengenai keamanan siber dan privasi data menjadi isu yang mengemuka terkait pemanfaatan layanan cloud oleh pihak ketiga. Bagi Microsoft, bisnis cloud adalah bisnis yang dibangun kepercayaan.
 
"Seluruh sistem keamanan siber dibuat berlapis dan dipantau oleh Microsoft. Sementara privasi data seperti akses dan kontrol data sepenuhnya di tangan user atau pelanggan. Jadi, saat sebuah instansi meminta data yang ada di layanan kami, Microsoft tidak akan memberikannya. Tanggung jawab kontrol dan akses data sepenuhnya di tangan user," pungkas Tony.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif