Seiring dengan meningkatnya permintaan akan tempat penyimpanan data, DCI lalu memutuskan untuk segera membangun gedung baru. Rencananya, DCI ingin bisa membangun hingga delapan gedung di kawasan industri MM2100, Cibitung, Bekasi.
Presiden Direktur DCI Indonesia, Toto Sugiri mengatakan, peningkatan permintaan akan tempat penyimpanan data mulai naik pada tahun lalu. Itulah yang menjadi alasan mengapa DCI segera membangun data center kedua.
Dia percaya, pembangunan gedung untuk data center ke depan akan bisa diselesaikan dengan lebih cepat.
"Kami tidak menargetkan kapan delapan gedung yang kami rencanakan akan terbangun, semuanya tergantung permintan. Tapi karena permintaan sedang tinggi, kami harus bergerak cepat," ujar Toto dalam acara topping off gedung JK2 pada hari Rabu (14/3/2018).

Pria yang akrab dengan sapaan Toto ini menjelaskan bahwa DCI Indonesia telah mendapatkan sertifikasi Uptime Institue Tier IV Facility. Selain itu, Gedung JK2 memiliki criticial IT load sebear 7 megawatt dengan Service Level Agreement 99,999 persen .
"Sertifikasi Tier IV ini artinya kami hanya memiliki toleransi untuk down (mati lampu) selama lima menit dalam setahun. Sementara di level Tier III, toleransi down itu boleh 55 menit," kata Toto.
Toto menjelaskan, salah satu hal yang DCI perhatikan adalah terkait sumber listrik. Untuk memastikan agar komputer dan server di data center terus menyala, DCI memanfaatkan dua sumber listrik yaitu PT Cikarang Listrindo dan PT PLN.
"Kecil kemungkinan dua perusahaan itu mati secara bersamaan," kata Toto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News