Hal lain yang ditemukan Trend Micro adalah fakta bahwa semakin banyak serangan yang menjadikan Command & Control (C&C) sebagai target mereka, dan hal ini merupakan ancaman serius dalam dunia komputer.
"Penjahat siber semakin gencar dalam melakukan serangan tertarget karena hal ini dianggap efektif untuk memperkaya diri mereka," kata Myla Pilao, Direktur dari Trend Labs. "Untuk mengatasi hal ini, perusahaan-perusahaan yang ada harus dapat beradaptasi dan menggunakan solusi keamanan yang efektif dan memperkuat pertahanan sistem mereka dengan menggunakan teknologi terbaru yang ada."
Berdasarkan laporan tahunan Trend Micro, serangan tertarget masih merupakan ancaman yang berbahaya karena para pelaku sangat ahli dalam menghilangkan jejak mereka dalam sistem yang mereka serang. Serangan ini biasanya bertujuan untuk mengambil data rahasia atau mendapatkan akses ke kekayaan intelektual milik perusahaan yang mereka serang.
Dalam laporan tersebut juga ditemukan bahwa serangan tertarget kini mulai meluas. Tidak lagi Amerika Serikat, Rusia dan Tiongkok menjadi satu-satunya negara yang menjadi target dari serangan jenis ini. Negara-negara lain pun mulai menjadi sasaran.
Bahkan Trend Micro menemukan bahwa selama 2014, negara-negara yang paling sering menjadi sasaran adalah Australia, Brasil, Tiongkok, Mesir dan Jerman. Yang menjadi sasaran serangan ini biasanya adalah lembaga pemerintah. Meskipun begitu, serangan ini terkadang juga ditujukan pada perusahaan pembuat hardware atau software, manufaktur perangkat elektronik atau bahkan penyedia layanan kesehatan.
Dalam laporan tahunannya, Micro Trend juga menuliskan bahwa meskipun sebuah aplikasi/program/OS telah dilengkapi dengan proteksi terhadap berbagai serangan siber, tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan aplikasi/program/OS ini menjadi target serangan siber.
Hal lain yang mereka temukan adalah bahwa open source/tool yang dapat digunakan secara gratis merupakan sarana efektif bagi para penjahat siber untuk melancarkan serangan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News