Sam Altman mengklarifikasi pernyataannya soal RAM PC dan mendukung peningkatan produksi memori di tengah kelangkaan pasokan global.
Sam Altman mengklarifikasi pernyataannya soal RAM PC dan mendukung peningkatan produksi memori di tengah kelangkaan pasokan global.

Sam Altman Klarifikasi Pernyataan Soal RAM PC

Lufthi Anggraeni • 06 November 2026 10:13
Ringkasnya gini..
  • Sam Altman mengklarifikasi komentarnya soal RAM PC dan menegaskan dukungan terhadap kebebasan konsumen menggunakan memori.
  • CEO OpenAI tersebut mengubah nama akun X menjadi Ram Altman setelah pernyataannya mengenai efisiensi penggunaan DRAM menuai kritik.
  • Permintaan memori untuk pusat data AI memperketat pasokan RAM global, dengan kelangkaan yang diperkirakan berlanjut hingga beberapa tahun mendatang.
Jakarta: CEO OpenAI Sam Altman memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai penggunaan memori RAM pada komputer pribadi atau PC yang sebelumnya menuai kritik. Altman menegaskan bahwa dirinya mendukung kebebasan konsumen untuk memasang RAM sebanyak yang mereka inginkan pada perangkat masing-masing.

Klarifikasi tersebut disampaikan melalui platform media sosial X, menyusul kontroversi atas komentarnya mengenai keterbatasan pasokan memori global. Dalam pernyataan terbarunya, Altman bahkan mengubah nama tampilan akun X miliknya menjadi Ram Altman, sebagai respons terhadap komentar salah satu pengguna.

Mengutip The Verge, Altman mengaku kesal karena pernyataan sebelumnya dianggap telah disalahartikan. Ia menegaskan bahwa dirinya justru telah lama mendorong peningkatan kapasitas produksi memori secara global untuk memenuhi kebutuhan industri maupun konsumen.

"Saya sebenarnya ingin dunia memiliki memori dalam jumlah besar dan orang-orang dapat memasang sebanyak yang mereka inginkan di komputer mereka," ujar Altman melalui unggahannya di X.

Altman juga menekankan bahwa peningkatan produksi merupakan langkah penting untuk mengatasi keterbatasan pasokan. Dalam tanggapannya terhadap pengguna lain, ia menyampaikan keinginannya agar masyarakat memiliki akses terhadap RAM dalam jumlah melimpah, sekaligus menyerukan peningkatan produksi komponen tersebut.
 
RAM-0
 

Pernyataan Sam Altman Picu Kontroversi

Kontroversi ini bermula dari wawancara Altman dalam podcast Cheeky Pint, saat dirinya membahas keterbatasan rantai pasokan komponen teknologi, termasuk memori Dynamic Random Access Memory (DRAM).

Dalam wawancara tersebut, Altman mempertanyakan efisiensi penggunaan DRAM yang tersimpan pada komputer pribadi, terutama saat kapasitas memori tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal sepanjang waktu.

Menurut Altman, dari perspektif alokasi sumber daya global, menempatkan sebagian besar pasokan DRAM yang terbatas pada komputer pribadi merupakan pendekatan yang kurang efisien. Ia menyebut memori pada perangkat konsumen mungkin hanya digunakan sekitar 5% dari waktu yang tersedia.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan pandangannya mengenai kebutuhan infrastruktur pusat data untuk menjalankan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Altman menyoroti anggapan bahwa kehadiran model AI bersifat open-source memungkinkan seluruh kebutuhan komputasi dipenuhi melalui perangkat lokal, sehingga ketergantungan terhadap pusat data dapat dikurangi.

Namun, ia menilai distribusi memori ke banyak komputer pribadi yang tidak selalu aktif justru berpotensi menghasilkan tingkat pemanfaatan sumber daya yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan pada infrastruktur komputasi terpusat.

Pernyataan tersebut kemudian memicu kritik karena dinilai lebih mengutamakan kebutuhan pusat data AI dibandingkan dengan kepentingan pengguna komputer pribadi. Kritik kian mengemuka mengingat perusahaan pengembang AI, termasuk OpenAI, tengah meningkatkan kebutuhan komponen memori untuk mendukung pembangunan dan pengoperasian infrastruktur komputasi berskala besar.

Meski demikian, angka penggunaan 5% yang disampaikan Altman merupakan bagian dari argumentasinya dalam wawancara tersebut, bukan hasil pengukuran menyeluruh terhadap seluruh komputer pribadi di dunia.

Kelangkaan RAM Berdampak pada Harga Perangkat

Polemik mengenai pernyataan Altman berlangsung saat industri teknologi global menghadapi tekanan pasokan memori akibat meningkatnya permintaan dari sektor AI. Pengembangan model AI membutuhkan kapasitas komputasi besar, termasuk dukungan memori untuk menangani pemrosesan data dan menjalankan berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan.

Kondisi tersebut mendorong perusahaan teknologi memperluas infrastruktur pusat data mereka. Peningkatan kebutuhan komponen memori untuk server AI turut memperketat persaingan mendapatkan pasokan dari produsen semikonduktor.

Sejumlah produsen memori besar, seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron, mengalihkan sebagian sumber daya produksi untuk memenuhi permintaan sektor AI yang menawarkan peluang bisnis lebih menguntungkan.

Perubahan prioritas produksi tersebut turut memengaruhi ketersediaan memori bagi perangkat konsumen, termasuk komputer desktop, laptop, smartphone, dan konsol game. Keterbatasan pasokan kemudian berkontribusi terhadap kenaikan harga RAM serta meningkatkan tekanan biaya produksi perangkat elektronik.

Sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Raspberry Pi dan Framework, telah menaikkan harga produk tertentu akibat meningkatnya biaya memori. Sementara itu, produsen lain juga telah memperingatkan kemungkinan penyesuaian harga perangkat mereka.

Situasi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan industri AI tidak hanya memengaruhi pengembangan layanan digital, tetapi juga memberikan dampak terhadap rantai pasokan perangkat keras yang digunakan masyarakat secara luas.
   

Kelangkaan Memori Diperkirakan Berlanjut

Tekanan terhadap pasokan memori global diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Intel memperkirakan keterbatasan pasokan RAM setidaknya masih akan berlangsung hingga tahun 2027. Sementara itu, SK Hynix memberikan proyeksi lebih panjang dengan memperingatkan bahwa persoalan pasokan memori berpotensi berlanjut hingga tahun 2030.

Perbedaan proyeksi tersebut memperlihatkan adanya ketidakpastian mengenai seberapa cepat industri semikonduktor mampu meningkatkan kapasitas produksi untuk mengimbangi pertumbuhan permintaan.

Dalam konteks tersebut, klarifikasi Altman menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud membatasi penggunaan RAM pada komputer pribadi. Sebaliknya, ia menyatakan dukungan terhadap peningkatan produksi agar kebutuhan konsumen dan industri AI dapat terpenuhi secara bersamaan.

Meski demikian, perdebatan mengenai alokasi memori memperlihatkan tantangan yang semakin besar bagi industri teknologi dalam menyeimbangkan kebutuhan infrastruktur AI dengan ketersediaan komponen untuk perangkat konsumen.

Peningkatan kapasitas produksi memori menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan perkembangan harga perangkat elektronik sekaligus keberlanjutan ekspansi pusat data AI dalam beberapa tahun mendatang.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA