Perbaikan smartphone. (GSMARENA)
Perbaikan smartphone. (GSMARENA)

Biaya Servis HP Diprediksi Naik, Pengguna di Indonesia Perlu Bersiap

Cahyandaru Kuncorojati • 14 Juli 2026 09:46
Ringkasnya gini..
  • amsung menaikkan harga material servis smartphone sekitar 5 persen di Korea Selatan akibat kenaikan harga komponen.
  • Sebagian besar biaya servis berasal dari harga suku cadang, bukan ongkos teknisi.
  • Jika tren harga komponen berlanjut, biaya perbaikan HP di Indonesia juga berpotensi mengalami penyesuaian.
Jakarta: Biaya memperbaiki smartphone berpotensi menjadi lebih mahal dalam beberapa waktu ke depan seiring kenaikan harga komponen elektronik dan bahan baku di pasar global. 
 
Kondisi tersebut sudah mulai terlihat di Korea Selatan, tempat Samsung Electronics menaikkan harga material perbaikan smartphone rata-rata sekitar lima persen.
 
Dikutip dari laporan GSM Arena, meski kebijakan tersebut baru berlaku di Korea Selatan, situasinya dinilai mencerminkan tekanan yang tengah dihadapi industri elektronik secara global. 

Jika tren kenaikan harga komponen terus berlanjut, bukan tidak mungkin biaya servis smartphone di negara lain, termasuk Indonesia, juga ikut terdampak.
 

Kenaikan Harga Komponen Mulai Berdampak ke Biaya Servis

Laporan The Chosun, media lokal Korea,  menyebutkan biaya material untuk perbaikan smartphone di pusat layanan Samsung di Korea Selatan naik rata-rata 5 persen.
 
Dalam praktiknya, kenaikan tersebut membuat biaya servis smartphone bertambah sekitar 11.000 won Korea atau setara sekitar Rp130 ribuan dengan kurs saat ini.
 
Samsung menjelaskan bahwa penyesuaian harga bukan berasal dari ongkos pengerjaan teknisi maupun biaya layanan.
 
"Biaya material meningkat sehingga penyesuaian harga tidak dapat dihindari. Biaya tenaga kerja dan layanan tetap sama seperti sebelumnya," kata perwakilan Samsung Electronics Service, seperti dikutip The Chosun.
 

Harga Suku Cadang Menjadi Faktor Terbesar

Menurut laporan tersebut, sekitar 80 persen biaya servis smartphone berasal dari harga suku cadang pengganti.
 
Sementara itu, biaya jasa teknisi maupun layanan purna jual hanya menyumbang sekitar 20 persen dari total biaya perbaikan. Dengan demikian, ketika harga komponen meningkat, total biaya servis otomatis ikut terdorong naik.
 
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada smartphone. Samsung juga dilaporkan menaikkan harga material perbaikan untuk peralatan rumah tangga di Korea Selatan dengan rata-rata kenaikan sekitar 9 persen.
 

Bukan Karena RAM AI Saja

Belakangan harga memori memang menjadi sorotan akibat tingginya permintaan industri kecerdasan buatan (AI). Namun laporan tersebut menyebut penyebab kenaikan biaya servis smartphone justru lebih banyak dipengaruhi oleh naiknya harga bahan baku industri.
 
Komoditas seperti tembaga dan emas, yang banyak digunakan dalam proses produksi komponen elektronik, mengalami kenaikan harga akibat gangguan rantai pasok dan ketidakstabilan geopolitik di sejumlah kawasan, termasuk Timur Tengah.
 
Bahkan, salah satu produsen yang dikutip oleh Kementerian UKM dan Startup Korea Selatan menyebut harga bahan baku melonjak sekitar 60 persen sepanjang paruh pertama tahun ini akibat terbatasnya pasokan.
 

Apakah Indonesia Bisa Mengalami Hal Serupa?

Belum ada indikasi bahwa Samsung Indonesia maupun produsen smartphone lainnya akan menaikkan tarif servis dalam waktu dekat.
 
Namun, industri smartphone menggunakan rantai pasok global yang relatif sama. Ketika harga bahan baku dan komponen terus meningkat, tekanan biaya tersebut berpotensi dirasakan oleh berbagai produsen di banyak negara.
 
Apalagi sebagian besar suku cadang smartphone, seperti layar, modul kamera, baterai, hingga komponen internal lainnya, masih bergantung pada pasokan global.
 
Karena itu, jika tren kenaikan biaya produksi berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, biaya penggantian komponen smartphone di berbagai negara, termasuk Indonesia, juga berpotensi ikut mengalami penyesuaian.
 
Bagi pengguna, kondisi ini menjadi pengingat bahwa menjaga perangkat tetap dalam kondisi baik dapat membantu menghindari biaya perbaikan yang semakin mahal di masa mendatang.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA