Robot sebagai pelaku pekerjaan repetitif bukanlah hal yang buruk. (Getty Images)
Robot sebagai pelaku pekerjaan repetitif bukanlah hal yang buruk. (Getty Images)

Pekerja Robot Bukanlah Hal yang Buruk

Ellavie Ichlasa Amalia • 18 Februari 2016 07:31
medcom.id: Beberapa hari lalu, seorang ahli komputer menyebutkan bahwa dalam waktu 30 tahun, 50 persen populasi dunia akan kehilangan pekerjaan karena digantikan oleh robot.
 
Kabar ini memang terdengar seperti kabar buruk, tetapi, Inc. percaya bahwa menggunakan robot untuk melakukan pekerjaan yang repetitif bukanlah sesuatu yang buruk.
 
Mereka menyadari bahwa keberadaan robot memang akan mengancam orang-orang yang memiliki pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian tinggi, tetapi, mereka percaya bahwa pekerjaan lain yang memerlukan keahlian sosial dan pekerjaan kreatif dan inovatif akan muncul sebagai gantinya.

Hal inilah yang akan membedakan pekerjaan untuk manusia dan pekerjaan untuk robot. Nantinya, tidak tertutup kemungkinan manusia dan robot justru akan saling bekerjasama. Robot akan mengatasi aspek teknis sementara manusia akan bertanggung jawab atas aspek kreatif.
 
Sebagai masyarakat dari peradaban maju, keberadaan mesin untuk mengerjaan pekerjaan yang membosankan dan menghabiskan banyak waktu bukanlah hal yang buruk.
 
Dengan adanya robot untuk melakukan hal itu, maka manusia dapat menghabiskan waktu mereka untuk memikirkan cara untuk membuat bisnis atau hidup mereka menjadi lebih baik.
 
Para pekerja hanya harus beradaptasi dengan dunia yang terus berubah. Sebagai manusia, kita seharusnya dapat menciptakan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh robot. Perubahan gaya hidup ini mungkin akan membuat sebagian orang takut. Tetapi, sudah saatnya kita harus berpikir dengan cara yang berbeda.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan