Kemungkinan besar, robot akan mengambil alih pekerjaan bergaji rendah.
Kemungkinan besar, robot akan mengambil alih pekerjaan bergaji rendah.

Pekerjaan Bergaji Rendah Rawan Diambil Alih oleh Robot

Ellavie Ichlasa Amalia • 14 Juli 2016 11:33
medcom.id: Minggu lalu, Jason Furman dari Council of Economic Advisers (CEA) AS, membahas tentang potensi robot untuk melakukan berbagai pekerjaan yang ada sekarang ini. Selain itu, dia juga membahas tentang potensi robot untuk menciptakan pekerjaan baru. Namun, hingga kini, masih belum diketahui berapa banyak orang yang pekerjaannya terancam karena keberadaan robot.
 
Para peneliti Oxford University memperkirakan, sekitar 47 persen pekerjaan di AS akan diambil alih oleh robot. Sementara itu, OECD, sebuah grup ekonomi internasional, memperkirakan bahwa hanya sekitar 9 persen pekerjaan di 35 negara anggotanya yang terancam akan digantikan oleh robot. 
 
Quartz melaporkan, tidak peduli berapa persen pekerjaan yang akan diambil alih oleh robot, Furman merasa, efek robot sebagai pekerja akan memberikan pengaruh besar pada orang-orang berpenghasilan rendah. CEA lalu menyusun daftar pekerjaan yang paling mungkin untuk diambil alih oleh robot berdasarkan data dari Oxford University.

Mereka menemukan bahwa pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian dengan gaji rendah adalah pekerjaan yang kemungkinan besar akan diambil alih oleh robot. Delapan pulih tiga persen pekerjaan dengan gaji kurang dari USD20 (Rp261 ribu) per jam dianggap sebagai pekerjaan yang paling mungkin diambil alih oleh robot.
 
Inilah tabel kemungkinan sebuah pekerjaan diambil alih oleh robot berdasarkan gaji yang diberikan.
 
Pekerjaan Bergaji Rendah Rawan Diambil Alih oleh Robot
 
Furman menyebutkan, sama seperti kebanyakan teknologi lain, robot akan menciptakan lebih banyak pekerjaan di masa depan. Belajar dari sejarah, hal ini justru akan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Namun, diduga, kesejangan ekonomi tetap tidak akan hilang. Kemungkinan, keberadaan robot justru akan membuat jurang antara si kaya dan si miskin menjadi semakin lebar.
 
Sementara itu, pekerjaan dengan gaji USD40 (Rp523 ribu) per jam juga terancam oleh keberadaan robot. Tampaknya hanya masalah waktu saja sebelum pekerjaan itu diambil alih oleh robot. Sekarang ini, pengacara sudah harus berkompetisi dengan software yang bisa membaca berbagai dokumen pengadilan.
 
Algoritma computer vision juga telah dapat mengalahkan dokter dokter dalam hal mendeteksi dan mendiagnosa beberapa jenis kanker. Wartawan juga terancam karena kini telah ada algoritma yang dapat membuat ribuan artikel per hari, setidaknya artikel menyangkut olahraga dan berita keuangan.
 
Robot memang akan memunculkan pekerjaan baru, tapi, masih belum diketahui apakah keuntungan penggunaan robot juga akan dirasakan oleh orang-orang yang pekerjaannya tergantikan oleh robot.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan