DJI resmi mengumumkan kehadiran gimbal smartphone terbarunya, Osmo Mobile 3.
DJI resmi mengumumkan kehadiran gimbal smartphone terbarunya, Osmo Mobile 3.

DJI Resmi Kenalkan Osmo Mobile 3

Teknologi dji
Lufthi Anggraeni • 14 Agustus 2019 08:56
Jakarta: DJI baru saja mengumumkan gimbal smartphone terbarunya, Osmo Mobile 3, menawarkan sejumlah fitur menarik dalam bentuk software dan hardware. Salah satu fitur yang ditawarkan DJI Osmo Mobile 3 adalah kemampuannya untuk dapat dilipat.
 
Kemampuan ini memungkinkan DJI Osmo Mobile 3 untuk dibawa serta dalam perjalanan tanpa mengonsumsi banyak ruang penyimpanan. Selain itu, DJI Osmo Mobile 3 juga menawarkan sejumlah mode khusus, seperti Sport Mode, Story Mode, ActiveTrack 3.0 dan dukungan gestur.
 
Mode ActiveTrack 3.0 berkemampuan untuk melacak obyek dengan pergerakan cepat, sedangkan Story Mode memungkinkan pengguna untuk mengaplikasikan template pilihan untuk mengubah video menjadi klip berdurasi singkat yang telah diedit dengan musik dan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fitur Hyperlapse Hype dan Timelapse juga mendukung fitur dengan kemampuan panorama berputar 180 derajat serta selfie dengan kendali gestur. Namun untuk memanfaatkan mode dan fitur ini, pengguna perlu mengunduh aplikasi DJI Mimo.
 
DJI Osmo Mobile 3 dipasarkan seharga EUR109 (Rp1,7 juta) dan tersedia di situs ritel resmi DJI. DJI juga menawarkan tripod eksternal yang dipasarkan secara terpisah untuk gimbal terbarunya ini, ditawarkan seharga USD20 (Rp284.735).
 
Pada awal bulan Agustus lalu, gimbal baru DJI ini muncul di situs badan regulasi perangkat komunikasi Amerika Serikat FCC. Pendaftaran Osmo Mobile 3 di situs FCC ini pertama kali ditemukan oleh Dave Zatz.
 
Kala itu, Zatz menyebut bahwa bagian pegangan Osmo Mobile 3 hadir dengan desain baru. Namun, nama DJI tidak hanya dikenal sebagai penghasil perangkat penyimbang atau gimbal stabilizer baik untuk smartphone maupun mobile.
 
Perusahaan yang kerap dikira berasal dari Amerika Serikat ini juga merupakan produsen pesawat tanpa awak atau drone. Pada bulan Mei lalu, DJI mengumumkan bahwa semua drone yang diproduksinya dengan bobot lebih dari 250 gram dan dirilis pada tahun 2020 akan dilengkapi dengan alat pendeteksi pesawat dan helikopter.
 
Setiap drone buatan perusahaan Tiongkok itu secara otomatis akan mendapatkan sinyal Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) yang dikeluarkan oleh pesawat terbang dan helikopter.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif