Ilustrasi.
Ilustrasi.

Indonesia Paling Banyak Terima Ancaman Serangan Siber

Teknologi cyber security kaspersky
Cahyandaru Kuncorojati • 26 April 2022 10:13
Jakarta: Pandemi Covid-19 mendorong adopsi teknologi sangat populer dna masif di Indonesia. Laporan perusahaan siber Kaspersky mengklaim bahwa laporan Bank Dunia mengklaim adopsi teknologi dalam bisnis di Indonesia tertinggi di dunia.
 
Sayangnya adopsi teknologi tersebut tidak dibarengi dengan kewaspadaan dan kesadaran keamanan di pihak pemangku kepentingan mulai dari sektor perusahaan, pemerintah, dan penggunanya.
 
Kondisi tersebut diyakini Kaspersky sebagai peluang bagi penjahat siber untuk melakukan aksinya. Laporan Kaspersky Security Networks menemukan bahwa di tiga bulan pertama tahun 2022 ada hampir 12 juta ancaman online atau siber yang menargetkan pengguna di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angka ancaman online atau serangan siber tersebut mencapai 11.802.558 serangan yang terdeteksi dan diblokir oleh Kaspersky di periode Januari hingga Maret 2022. Ancaman online ini tersebar dan menyerang komputer pengguna layanan Kaspersky di Indonesia.
 
Angka tersebut masih tertinggi dibandingkan Vietnam (11.571.877), Malaysia (9.875.990), Filipina (9.238.163), Thailand (4.617.733), dan Singapura (1.545.762). Secara keseluruhan 27,6 persen pengguna di Indonesia menjadi sasaran ancaman berbasis web. Angka tersebut meningkat 22 persen dibandingkan dari periode yang sama di tahun lalu.
 
Indonesia kini menempati urutan ke-60 di seluruh dunia dan peringkat pertama di Asia Tenggara dalam hal bahaya yang ditimbulkan dari kegiatan berselancar di internet (web). Kaspersky mencatat bahwa ancaman siber lokal atau yang melewati media (drive) yang bisa dipindahkan dan metode offline lainnya.
 
Fenomena ini diduga karena sejumlah perusahaan atau instansi masih menerapkan sistem bekerja dari rumah atau daring sehingga penggunaan removable media semakin berkurang.
 
“Serangan siber baik yang dilakukan melalui taktik daring atau luring terbukti menargetkan individu dan bisnis dalam segala bentuk dan ukuran. Kemunculan berbagai tren digitalisasi di Indonesia akhir-akhir ini merupakan perkembangan yang menggembirakan,” tutur GM Kaspersky Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong.
 
“Kami melihat lebih banyak orang merangkul NFT, Transaksi Crypto, Metaverse, dan bahkan gaya hidup investasi yang berkembang pesat di kalangan generasi muda. Tren ini juga harus disambut dengan kewaspadaan dari semua pihak yang terlibat, karena para pelaku kejahatan siber selalu menunggu tren berikutnya untuk dieksploitasi,” pungkasnya.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif