Selama bertahun-tahun, Singapura memang menjadi salah satu negara yang paling terdepan dalam mengembangkan teknologi mobil otonom, yang sesuai dengan misi mereka untuk menjadi smart city pertama di dunia. Tahun ini, mereka telah meluncurkan mobil robotik penjaga keamanan. Mobil tersebut dilengkapi dengan drone yang bisa dikirimkan untuk mengejar penjahat, lapor Engadget.
Selain itu, pemerintah Singapura juga mengizinkan Scania untuk menguji truk otonom mereka di negaranya. Tidak berhenti sampai di situ, pemerintah Singapura juga memberikan izin pada Peugeot untuk menguji mobil otonom mereka.
Sekarang, dengan pembukaan pusat mobil otonom, Singapura berusaha untuk menarik lebih banyak manufaktur mobil. Menurut pemerintah Singapura, ada 6 perusahaan lain yang siap untuk menguji teknologi mereka di fasilitas berukuran 2 akre tersebut. Sayangnya, mereka tidak menyebutkan nama dari keenam perusahaan itu.
Pusat pengujian mobil otonom ini juga berfungsi sebagai tempat pengujian untuk shuttle otonom sebelum mereka digunakan di tiga kawasan, yaitu Punggol, Tengah dan Jurong Innovation Distict. Masyarakat Singapura bisa menggunakan smartphone untuk memanggil bus-bus tersebut.
Namun, Singapura bukanlah satu-satunya negara yang fokus pada pengembangan mobil otonom. Baidu dari Tiongkok juga berencana untuk menguji bus otonom di negara asalnya dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News