Sekilas, kabar ini terdengar sebagai kabar baik, mengingat Pebble kesulitan untuk mendapatkan pangsa pasar di industri wearable. Sayangnya, tampaknya, akuisisi Fitbit ini tidak mengikutsertakan hardware buatan Pebble.
Menurut CEO Pebble, Eric Migicovsky, aset yang akan diboyong oleh Fitbit adalah talenta penting, software, dan properti intelektual, yang berarti, produk yang telah ada atau akan diluncurkan akan berhenti diproduksi. Mengingat hardware adalah apa yang membuat Pebble menjadi populer, Engadget merasa, keputusan ini adalah kesalahan.
Fitbit mengambil risiko mengecewakan ribuan fans loyal Pebble. Dan hal ini akan membuat popularitas Fitbit dan Pebble turun di mata masyarakat.
Saat mengonfirmasi akuisisi oleh Fitbit, Migicovsky menjelaskan bahwa perangkat Pebble yang ada di Kickstarter batal dibuat, yaitu Time 2 dan Core, yang keduanya dijanjikan akan diluncurkan tahun depan. Selain itu, jika Anda telah memesan Pebble 2 dan belum mendapatkannya, Anda memang tidak akan pernah mendapatkannya. Pebble berkata, semua pesanan Kickstarter yang ada akan mereka bayarkan kembali mulai minggu depan.
Lebih buruknya lagi, dukungan pada smartwatch Pebble juga akan dikurangi. Tampaknya, hanya masalah waktu saja sebelum dukungan untuk perangkat Pebble dihentikan sama sekali. Dan hal ini akan mengecewakan ribuan fans loyal Pebble.
Salah satu alasan Pebble begitu sukses adalah karena ia mendapatkan dukungan dana dary masyarakat. Pada tahun 2012, Pebble memecahkan rekor sebagai proyek Kickstarter yang mendapatkan dana paling besar dengan berhasil mengumpulkan lebih dari USD10 juta (Rp133,5 miliar) dari 68.929 orang. Hal ini mendorong terciptanya smartwatch Pebble pertama dan dibuatnya Pebble sebagai perusahaan.
Pebble kembali ke Kickstarter pada 2015 dengan Time dan kembali memecahkan rekor Kickstarter dengan mengumpulkan lebih dari USD20 juta (Rp267 miliar) dari 78.471 orang. Pada tahun ini, Pebble memperkenalkan Pebble 2, Time 2 dan Core.
Sekali lagi, proyek Pebble mendapatkan dana besar sejumlah lebih dari USD12 juta (Rp160 miliar) dari 66.673 orang. Terlihat jelas bahwa Pebble punya fans yang setia.
Namun, salah satu masalah yang dihadapi Pebble memang tingginya kompetisi di pasar. Meskipun perangkatnya kompatibel dengan berbagai smartphone dan memiliki baterai yang awet, smartwatch Pebble tidak dapat menyaingi smartwatch buatan pesaingnya yang lebih canggih. Ha ini mendorong Pebble untuk fokus pada fitness tracker, yang tampaknya menarik Fitbit untuk melakukan akuisisi.
Namun, keputusan Fitbit untuk tidak melanjutkan produksi perangkat Pebble sedikit mengkhawatirkan. Karena ini menunjukkan bahwa mereka tidak tertarik untuk mendengarkan suara para penggunanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News