NEWSTICKER
Ilustrasi. (AFP)
Ilustrasi. (AFP)

Amerika Tuduh Huawei Bisa Akses Celah Keamanan di Operator

Teknologi amerika serikat teknologi huawei telekomunikasi cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 12 Februari 2020 10:06
Jakarta: Usaha Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump untuk mengusir bisnis telekomunikasi Huawei di berbagai belahan dunia terus berlanjut.
 
Terbaru, Huawei dituduh bisa mengakses celah keamanan yang ada di jaringan telekomunikasi. Perusahaan asal Tiongkok ini memang punya bisnis yang kuat sebagai pendukung teknologi jaringan telekomunikasi.
 
Dikutip dari Engadget, juru bicara dari pemerintah Amerika Serikat melaporkan hal ini kepadaWall Street Journal. Huawei dilaporkan bisa menggunakan backdooratau akses pintu belakang di sebuah jaringan yang seharusnya hanya digunakan untuk pihak penegak hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Artinya, Huawei dituduh bisa memantau atau memata-matai pengguna sebuah jaringan telekomunikasi.Agen badan keamanan nasional Amerika Serikat diklaim sudah mengetahui hal ini. Namun mereka baru mulai mengungkapnya ke publik pada akhir 2019.
 
Faktanya, setiap perangkat telekomunikasi yang digunakan oleh operator seharusnya didesain oleh pembuatnya agar backdoor ini hanya bisa digunakan oleh izin pengguna (operator).
 
Huawei yang menerima kabar ini dilaporkan sudah memberikan bantahan. Huawei menyatakan tidak pernah dan tidak akan melakukan apapun kepada customer mereka (operator).
 
Huawei menjelaskan setiap tindakan yang membutuhkan akses backdoor pasti diketahui oleh pihak operator. Izin akses hanya dipegang oleh pegawai tertentu di setiap operator telekomunikasi. Jadi, backdoor tersebut didesain mampu mendeteksi setiap percobaan akses tanpa izin.
 
Tetap saja tuduhan ini masih kurang meyakinkan bahwa Huawei benar-benar memantau jaringan telekomunikasi operator yang menggunakan teknologi buatannya.
 
Di bulan April 2019, operator Vodafone pernah melaporkan cacat sistem keamanan yang ada di perangkat router buatan Huawei. Router ini diklaim digunakan oleh jutaan orang sejak 10 tahun lalu.
 
Vodafone dan Huawei menyatakan bahwa celah sistem keamanan di router tersebut berasal dari Huawei. Celah keamanan ini merupakan bagian dari fitur untuk pengecekan jaringan, bukan akses untuk memata-matai pengguna.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif