Strategi Mozilla Gaet Kembali Konsumen Indonesia
Peluncuran Mozilla Firefox Lite di Jakarta, Kamis 1 November 2018
Jakarta: Mozilla secara resmi meluncurkan peramban mobile anyar Firefox Lite untuk pasar Indonesia, Kamis 1 November 2018.

Peramban versi ringan yang sebelumnya bernama Firefox Rocket ini menyasar konsumen dengan ponsel di kelas entry-level, dan tersedia untuk perangkat Android. Pihak Mozilla mengatakan peramban ini spesial untuk Tanah Air.

“Kami sadar bahwa Indonesia adalah pengguna terbesar kami. Untuk peramban PC, dahulu kami punya pangsa pasar 20 persen, dan Indonesia berkontribusi cukup besar,” kata Head of Product Mozilla Asia, Joe Cheng.


Ia mengaku, saat ini Mozilla melihat berbagai tantangan dalam usaha merangkul kembali konsumen Indonesia lewat peramban mobile.

Jumlah pengguna smartphone memang lebih besar dari PC. Hanya saja, smartphone Android saat ini sudah punya peramban bawaan, dan biasanya konsumen tidak merasa begitu perlu memasang peramban tambahan.

Joe menyebut mereka punya beberapa strategi agar konsumen melihat bahwa Firefox Lite layak dipasang di perangkat konsumen.

“Kita menggandeng beberapa pabrikan untuk memasang Firefox Lite sebagai aplikasi bawaan di ponsel,” kata Joe. Itu saja belum cukup, ia mengatakan Firefox Lite menjadi peramban yang spesial jika melihatnya dari halaman depan.

Selain itu, saat ini Mozilla juga menggandeng partner lain untuk menyediakan konten menarik pada halaman depan ini.

“Kita ingin lebih merangkul pengguna dengan menggandeng beberapa partner, seperti pengembang game, atau e-comemrce untuk menampilkan flash sale. Ini bisa jadi alasan pengguna untuk tetap membuka Firefox. Namun, kita tetap ingin memberikan tampilan halaman depan yang tetap bersih, dan bisa dikustomisasi.”

Joe juga tidak menutup kemungkinan menyulap perambannya menjadi agregator berita. Langkah ini sudah diterapkan oleh beberapa kompetitornya dalam menggaet pengguna.

Ia kembali menegaskan bahwa tampilan Firefox Lite akan tetap bersih, walaupun nantinya sudah cukup banyak konten yang bisa ditampilkan.

Sebelumnya Mozilla juga sudah menjalin hubungan erat dengan komunitas pengguna Firefox di Indonesia. Dari situ, mereka mendapatkan berbagai masukan dalam pengembangan peramban, terutama versi mobile



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.