Unit kendaraan otonom Uber telah meraih pendanaan senilai USD1 miliar (Rp14,03 triliun).
Unit kendaraan otonom Uber telah meraih pendanaan senilai USD1 miliar (Rp14,03 triliun).

Toyota, Denso, dan Softbank Investasi di Uber

Teknologi uber
Lufthi Anggraeni • 20 April 2019 10:34
Jakarta: Unit kendaraan otonom Uber telah meraih pendanaan senilai USD1 miliar (Rp14,03 triliun) dari konsorsium investor termasuk SoftBank. Pendanaan ini memberikan dukungan finansial untuk pengembangan kendaraan nisopir menjelang IPO.
 
Uber menyebut bahwa investasi ini ditujukan kepada perusahaan yang diakusisinya, Advanced Technologies Group (ATG), bertugas untuk mengembangkan teknologi berkendara otonom, dengan nilai sebesar USD7,25 miliar (Rp101,7 triliun).
 
SoftBank dilaporkan VentureBeat akan berinvestasi senilai USD333 juta (Rp4,6 triliun), berasal dari Vision Fund miliknya bernilai USD100 miliar (Rp1.403 triliun). Investasi dari SoftBank ini akan dikombinasikan dengan pendanaan dari Toyota dan perusahaan otomotif Denso, dengan nilai total sebesar USD667 juta (Rp9,3 triliun).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendanaan ini akan memungkinkan Uber untuk memindahkan sejumlah biaya substansial pengembangan mobil nirsopir kepada investor dari pihak luar. Hal ini diperkirakan dapat meredakan kekhawatiran investor terkait pengeluaran Uber pada unit otonomnya.
 
Pengeluaran unit otonom Uber saat ini telah mencapai USD1 miliar (RpRp14,03 triliun) sejak program ini dimulai pada tahun 2016. Unit bisnis ini belum menghasilkan pendapatan berarti untuk Uber, yang pada tahun lalu mengalami kerugian sebesar USD3,03 miliar (Rp42,5 triliun).
 
Uber juga belum menawarkan layanan transportasi gratis dengan mobil canggih tersebut kepada penumpang. Hal ini disebabkan oleh kecelakaan fatal yang dialami unit SUV nirsopir kendaraannya di Arizona.
 
Uber mengumumkan pendaftaran dokumen IPO perusahaannya pada bulan April ini, dan tengah mempersiapkan peluncuran program roadshow. Program ini ditujukan untuk memaparkan visi misinya kepada investor potensial, dimulai pada tanggal 29 April mendatang.
 
Uber diperkirakan akan mulai proses IPO perusahaannya pada bulan Mei mendatang di New York Stock Exchange. Uber diperkirakan akan menghimpun USD10 miliar (Rp) hingga USD100 miliar (Rp1.403 triliun).
 
Nilai tersebut mengalami peningkatan sekitar 18 persen dari valuasinya saat ini, yaitu sekitar USD76 miliar (Rp 1,066 triliun). Sebagai bagian dari kesepakatan, STG akan menjadi entitas resmi khusus.
 
Namun ATG masih di bawah naungan Uber dengan performa finansial yang akan tercantum pada laporan keuangan Uber. Dewan direksi ATG baru akan dibentuk, dengan enam anggota berasal dari Uber, satu dari SoftBank dan satu dari Toyota.
 
Pimpinan ATG saat ini, Eric Meyhofer, akan menjabat sebagai CEO dan melapor kepada dewan direksi baru tersebut.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif