Samsung telah mengirimkan sampel memori next-gen LPDDR6X ke Qualcomm.
Samsung telah mengirimkan sampel memori next-gen LPDDR6X ke Qualcomm.

Samsung Mulai Kirim Sampel Memori LPDDR6X ke Qualcomm

Lufthi Anggraeni • 13 Februari 2026 10:06
Ringkasnya gini..
  • Samsung telah mengirimkan sampel LPDDR6X kepada Qualcomm, meskipun standar belum final.
  • LPDDR6X merupakan versi lanjutan dari LPDDR6 dengan potensi kecepatan dan efisiensi lebih tinggi.
  • Teknologi ini diperkirakan baru akan diadopsi luas sekitar akhir tahun 2027 atau awal tahun 2028.
Jakarta: Samsung Electronics dilaporkan telah mengirimkan sampel awal teknologi memori LPDDR6X kepada Qualcomm, jauh sebelum standar LPDDR6 resmi diluncurkan secara komersial. Langkah ini menunjukkan ambisi Samsung untuk mempercepat pengembangan dan adopsi generasi memori DRAM mobile berikutnya.
 
Mengutip Phone Arena, langkah ini sekaligus memperkuat posisinya di pasar komponen semikonduktor global. Samsung dilaporkan telah menyerahkan sampel LPDDR6X kepada Qualcomm untuk tujuan pengujian, uji kompatibilitas, dan kemungkinan integrasi ke dalam rancangan chipset masa depan.
 
Kendati standar LPDDR6X belum disahkan oleh badan standar industri seperti JEDEC, langkah awal pengiriman sampel ini menjadi pengingat bahwa Samsung ingin berada di garis depan pengembangan DRAM berkapasitas tinggi dan performa lanjutan.

Samsung sebelumnya telah memperkenalkan LPDDR6, standar memori low-power DRAM generasi terbaru yang ditujukan untuk perangkat mobile dan AI dengan kebutuhan bandwidth tinggi, pada ajang CES 2026.
 
Produk ini bahkan meraih penghargaan Innovation Award pada pameran tersebut. Namun, ketersediaan massalnya diperkirakan baru akan terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun 2026. Sementara itu, LPDDR6X disebut sebagai versi peningkatan dari LPDDR6 dengan kemampuan berpotensi lebih tinggi dalam hal kecepatan transfer data, efisiensi energi, dan kinerja keseluruhan. 
 
Menurut analis teknologi, ruang lingkup LPDDR6X mencakup target untuk mencapai kecepatan lebih tinggi dari standar dasar LPDDR6 dan dukungan untuk beban kerja intensif seperti kecerdasan buatan (AI), komputasi seluler generasi terbaru, serta perangkat mobile canggih lain.
 
Qualcomm, sebagai salah satu mitra yang menerima sampel LPDDR6X, juga dikabarkan tengah mengembangkan chipset AI250 sebagai penerus AI200. Chipset AI250 ini diprediksi akan memanfaatkan kapasitas memori besar yang disediakan oleh LPDDR generasi terbaru, dengan potensi kapasitas melebihi 1 TB dalam penggunaan tertentu, untuk mempercepat proses AI inferencing rumit.
 
Pendekatan ini sejalan dengan tren penggunaan DRAM hemat daya (LPDDR) dalam solusi AI yang membutuhkan performa tinggi dengan konsumsi energi efisien. Pengiriman sampel LPDDR6X ini dipandang sebagai strategi Samsung untuk mengukuhkan posisi kompetitifnya di pasar DRAM yang kian dinamis.
 
Pasar DRAM global merupakan salah satu segmen paling penting bagi ekosistem perangkat mobile, server, dan produk elektronik konsumen, dengan permintaan yang meningkat untuk memori cepat dan efisien.
 
Sebagai informasi, kemampuan LPDDR5X yang masih digunakan di banyak perangkat mobile premium saat ini dinilai pengamat kini jauh tertinggal jika dibandingkan dengan prospek performa teknis LPDDR6 dan LPDDR6X.
 
Dengan persiapan sedini mungkin terhadap standar generasi terbaru ini, Samsung berupaya mempersiapkan fondasi teknologi bagi masa depan perangkat smartphone, tablet, hingga perangkat AI portable yang semakin membutuhkan bandwidth memori tinggi dan latensi rendah.
 
Kendati LPDDR6X masih diperkirakan baru akan mulai diadopsi secara luas pada akhir tahun 2027 atau awal tahun 2028, langkah awal pengiriman sampel kepada Qualcomm menunjukkan bahwa pengembangan teknologi ini berjalan lebih cepat daripada ekspektasi awal.
 
Hal ini dapat mempercepat kesiapan ekosistem hardware lain, termasuk prosesor, modul memori, dan arsitektur sistem yang mendukung standar baru tersebut. Secara keseluruhan, inisiatif Samsung ini turut mempertegas tren evolusi memori DRAM, dari LPDDR5 ke LPDDR6, dan kemudian ke LPDDR6X, sebagai bagian dari respons terhadap kebutuhan pasar perangkat mobile, serta kecerdasan buatan yang kian kompleks di masa mendatang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA