Foto: BRIN
Foto: BRIN

BRIN dan PT PAL Indonesia Perkuat Kemandirian Teknologi Pertahanan Maritim

Mohamad Mamduh • 16 Juli 2026 11:36
Ringkasnya gini..
  • Kerja sama ini mencakup riset, desain, manufaktur, hingga pengembangan sistem propulsi kapal.
  • BRIN menegaskan bahwa riset yang dilakukan bersifat demand-driven, artinya diarahkan sesuai kebutuhan industri.
  • Selain itu, kedua pihak berkomitmen menjalin kerja sama jangka panjang.
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT PAL Indonesia untuk mengembangkan teknologi hidrodinamika dan kapal bawah air. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Surabaya sebagai langkah nyata memperkuat kemandirian teknologi pertahanan maritim nasional.
 
Kerja sama ini mencakup riset, desain, manufaktur, hingga pengembangan sistem propulsi kapal. Teknologi tersebut akan didukung oleh simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) guna meningkatkan performa kapal sekaligus mempercepat integrasi hasil riset ke dalam industri pertahanan.
 
Kepala PRTH BRIN, Dr. Ir. Widodo Pranowo, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari sinergi riset sejak era BPPT. “Kami ingin memastikan riset yang dilakukan tidak berhenti pada prototipe, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan industri dan bisa digunakan secara nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menekankan pentingnya penerapan hasil riset nasional dalam industri pertahanan. “Kerja sama ini adalah wujud komitmen kami untuk mengimplementasikan inovasi anak bangsa. Dengan begitu, Indonesia tidak lagi bergantung pada teknologi luar negeri,” kata Kaharuddin.
 
BRIN menegaskan bahwa riset yang dilakukan bersifat demand-driven, artinya diarahkan sesuai kebutuhan industri. Dengan pendekatan ini, hasil penelitian diharapkan lebih relevan dan langsung bisa dimanfaatkan oleh PT PAL dalam pengembangan kapal perang maupun kapal bawah air.
 
Selain itu, kedua pihak berkomitmen menjalin kerja sama jangka panjang yang meliputi riset, desain, pengujian, hingga komersialisasi teknologi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri pertahanan maritim Indonesia sekaligus mewujudkan kemandirian teknologi nasional.
 
“Dengan adanya kerja sama ini, kami optimistis Indonesia dapat menghasilkan teknologi kapal yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berpotensi bersaing di pasar global,” tutup Widodo.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA