Foto: BRIN
Foto: BRIN

BRIN dan PT PAL Indonesia Perkuat Kemandirian Teknologi Pertahanan Maritim

Mohamad Mamduh • 16 Juli 2026 11:36
Ringkasnya gini..
  • Kerja sama ini mencakup riset, desain, manufaktur, hingga pengembangan sistem propulsi kapal.
  • BRIN menegaskan bahwa riset yang dilakukan bersifat demand-driven, artinya diarahkan sesuai kebutuhan industri.
  • Selain itu, kedua pihak berkomitmen menjalin kerja sama jangka panjang.
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT PAL Indonesia dalam pengembangan teknologi hidrodinamika dan sistem bawah air kapal nasional. Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Surabaya pada 13 Juli, menandai langkah penting menuju kemandirian industri pertahanan maritim Indonesia.

Kerja sama ini difokuskan pada hilirisasi teknologi propulsi kapal, dengan tujuan memperkuat kemampuan nasional dalam desain, manufaktur, serta pengembangan sistem bawah air. Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, menegaskan bahwa inovasi hasil riset BRIN akan dimanfaatkan langsung dalam pengembangan kapal nasional.

“Kolaborasi ini menjadi awal dari kerja sama lebih luas di bidang teknologi bawah air, yang akan mendukung kemandirian industri pertahanan maritim kita,” ujarnya.

Deputi Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Dadan Moh. Nurjaman, menambahkan bahwa riset yang dilakukan harus berbasis kebutuhan industri atau demand driven research. Hal ini agar hasil riset tidak berhenti di tahap prototipe, melainkan dapat segera dimanfaatkan oleh industri melalui percepatan lisensi.

"Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana hasil riset dapat menjawab kebutuhan nyata industri. Kami mendorong riset berbasis kebutuhan (demand driven research) agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat dimanfaatkan secara langsung oleh industri," jelas Dadan.

Dalam kerja sama ini, BRIN dan PT PAL akan mengembangkan teknologi propulsi kapal dengan memanfaatkan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Teknologi ini memungkinkan analisis performa kapal secara lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Selain itu, kedua pihak berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi hingga tahap desain, pengujian, dan hilirisasi teknologi kapal.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Indonesia dalam membangun kemandirian teknologi pertahanan maritim. Dengan adanya sinergi antara lembaga riset dan industri, diharapkan Indonesia mampu mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri serta meningkatkan daya saing global.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA