Ilustrasi robot.
Ilustrasi robot.

Melihat Pandangan Pria dan Wanita Soal Robot Seks

Ellavie Ichlasa Amalia • 14 Maret 2016 06:42
medcom.id: Robot dianggap sebagai salah satu teknologi yang akan menjadi tren di masa depan. Namun, satu tipe robot yang keberadaannya dipertanyakaan adalah robot seks.
 
Boneka "pendamping" - yang saat ini telah dijual oleh perusahaan seperti True Companion di AS - merupakan salah satu topik yang menjadi bahan pembicaraan dalam konferensi Interaksi Manusia-Robot di Christchurch.
 
Untuk pertama kalinya, laki-laki dan perempuan disurvei untuk mengetahui pendapat mereka tentang robot. Mereka juga ditanyai apakah mereka menganggap robot sebagai rekan seks yang pantas sebagai pengganti pekerja seks komersial.

Menurut laporan Stuff, wanita lebih cenderung sulit untuk menerima ide ini. Kemungkinan, mereka juga tidak tertarik menggunakan robot untuk seks. Sementara itu, laki-laki justru beranggapan sebaliknya.
 
Riset ini dilakukan oleh Laboratorium Interaksi Manusia-Robot di Tuft University. Peneliti Thomas Arnold percaya bahwa dengan konteks yang tepat, ada potensi robot digunakan untuk seks.
 
"Sebagian orang berpikir bahwa perempuan pada umumnya tidak setuju dengan robot seks karena desain dari robot-robot itu. Dan fakta karena robot seks memang dijual untuk laki-laki," kata Arnold.
 
Dokter terapi seks asal Selandia Baru, Mary Hodson berkata bahwa studi internasional menunjukkan bahwa baik laki-laki dan perempuan menganggap hubungan emosional sebagai bagian paling penting dalam sebuah hubungan seksual - dan hal inilah yang tidak bisa diberikan oleh robot.
 
Laki-laki dan perempuan memiliki pendapat yang mirip mengenai situasi seperti apa yang mengizinkan robot seks digunakan. Misalnya untuk mendemonstrasikan pelecehan seksual untuk pelatihan.
 
Namun, wanita juga lebih konservatif akan tampilan dari robot seks. Misalnya, mereka kurang setuju jika robot seks memiliki tampilan layaknya anggota keluarga, pasangan yang telah meninggal atau makhluk fantasi.
 
Kampanye anti robot seks, yang dipimpin oleh Kathleen Richardson dari De Montfort University di Inggris mengatakan bahwa pengembangan robot seks akan mengurangi tingkat empati manusia.
 
"Jika Anda memiliki robot seks di rumah, Anda mungkin tidak merasa perlu untuk keluar dari rumah lagi," katanya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan