Departemen Pertahanan Australia Larang Penggunaan WeChat

Cahyandaru Kuncorojati 12 Maret 2018 18:26 WIB
media sosialwechat
Departemen Pertahanan Australia Larang Penggunaan WeChat
WeChat, media sosial buatan Tencent menjadi salah satu aplikasi yang sangat populer di Tiongkok bahkan kini mengejar kepopuleran Facebook.
Jakarta: Kecemasan terhadap teknologi asal Tiongkok tidak hanya dialami Amerika Serikat. Kini Departemen Pertahanan Australia melarang penggunaan media sosial terpopuler asal Tiongkok WeChat.

Dikutip dari CNET, diduga hal ini ini dipicu oleh rasa cemas pemerintahan terhadap keamanan data pada platform tersebut. Beberapa waktu lalu badan intelijen Australia juga memperingatkan bahwa negaranya tengah menjadi target spionase asing.

"Intelijen asing  tengah memantau akses untuk informasi penting terkait Australia dan aliansinya dalam berbagai bidang, diplomasi, ekonomi, militer, inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi," tulis pernyataan yang dikeluarkan Departemen Pertahanan Australia.


Salah satu peneliti siber keamanan yang disembunyikan identitasnya mengatakan bahwa aplikasi WeChat masih memiliki celah keamanan yang bisa membahayakan data yang tersebar di layanan tersebut, bukan hanya berasal dari TIongkok.

Mereka mengakui bahwa WeChat bukan satu-satunya aplikasi yang ada di ponsel jajaran personil Departemen Pertahanan Australia yang sedang dianalisis keamanannya, WhatsApp juga disebut memiliki celah keamanan sedangkan Facebook dianggap sudah cukup aman digunakan.

Sejauh ini Departemen Pertahanan Australia masih memblokir penggunaan aplikasi WeChat di jajaran personilnya saja belum ke publik atau warga negaranya. Apabila hal itu terjadi, maka besar kemungkinan nasib WeChat akan serupa seperti Huawei dan ZTE yang dilarang memasuki pasar Amerika Serikat.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.