Uniknya, sayap pesawat tersebut dapat diputar, sehingga kesepuluh mesin tersebut juga dapat berfungsi sebagai baling-baling layaknya helikopter. Konsep pesawat ini sangat mirip dengan helikopter militer AS, yaitu V22 Osprey.
Mesin pesawat tersebut tidak semuanya dipasang di bagian sayap utamanya. Dua di antaranya dipasangkan di bagian ekor pesawat, dan keduanya juga dapat diputar dan berfungsi sebagai baling-baling.
Dengan kemampuan sayapnya yang dapat diputar tersebut, pesawat eksperimental yang bernama Greased Lightning atau GL-10 ini memiliki dua keunggulan, yaitu dapat tinggal landas dan mendaran seperti helikopter, serta memiliki kecepatan yang tinggi di udara seperti pesawat.
GL-10 memiliki bentang sayap hingga 3 meter, dan berat mencapai 28Kg. Para ilmuwan NASA berencana untuk membuat versi yang lebih besar, yaitu hingga empat kali lipat lebih besar, sehingga ia dapat diaplikasikan di berbagai bidang, seperti agrikultur dan pemetaan. Mesin pesawat ini juga rencananya akan menggunakan kombinasi mesin elektrik dan diesel. (SlashGear)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News